<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wijasena Blog</title>
	<atom:link href="http://wijasena.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wijasena.wordpress.com</link>
	<description>Secoret dua coret</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 10:10:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wijasena.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wijasena Blog</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wijasena.wordpress.com/osd.xml" title="Wijasena Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wijasena.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>National Traffic Management Center (NTMC) bagian dari SIMTEKPOL</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2012/01/05/national-traffic-management-center-ntmc-bagian-dari-simtekpol/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2012/01/05/national-traffic-management-center-ntmc-bagian-dari-simtekpol/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 03:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://wijasena.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Teknologi Informasi yang sedemikian pesat telah memberikan manfaat dalam berbagai sendi kehidupan, hal ini menuntut  Polri untuk mengikuti dan berinovasi dalam pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian. Dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang paling menonjol adalah telah dibangunnya  National Traffic Management Center (NTMC). Traffic Management Center (TMC), Regional Traffic Management Center (RTMC) di wilayah Provinsi atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=231&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perkembangan Teknologi Informasi yang sedemikian pesat telah memberikan manfaat dalam berbagai sendi kehidupan, hal ini menuntut  Polri untuk mengikuti dan berinovasi dalam pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian. Dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang paling menonjol adalah telah dibangunnya  National Traffic Management Center (NTMC).</p>
<p style="text-align:justify;">Traffic Management Center (TMC), Regional Traffic Management Center (RTMC) di wilayah Provinsi atau National Traffic Management Center (NTMC) pada level Nasional, pada dasarnya merupakan pusat komando pengendali lalu lintas. Operation Room atau dengan sebutan berbeda, seperti Call and Command Center, Traffic Control Center dan lain sebagainya yang mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai pusat K3I (Komunikasi, Koordinasi, Kendalin Operasi serta Informasi Terpadu). Begitu juga Traffic Management Center (TMC) terdapat dua fungsi lain yang ditambahkan pada NTMC, yaitu pelayanan masyarakat dan rekam jejak elektronik untuk penegakan hukum.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2012/01/kemacetan-jakarta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-234" title="Kemacetan jalanan di Jakarta" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2012/01/kemacetan-jakarta.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">NTMC merupakan pusat kendali informasi dan komunikasi yang mengintegrasikan sistem informasi di ke lima pemangku kepentingan bidang lalu lintas (Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, Perhubungan, Perindustrian, dan Riset Teknologi). Sebagaimana ditegaskan pada pasal 247 ayat 3 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Korps Lalu Lintas Polri adalah Pembina, Pengelola dan Penanggung jawab dari Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan secara Nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangunan jaringan Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu lintas dan angkutan jalan mengikuti bentuk bangunan jaringan struktur organisasi Polri, yaitu 1 (satu) unit NTMC pada Korlantas Polri, 31 (tiga puluh satu) unit RTMC pada tingkat Polda dan 445 (empat ratus empat puluh lima) TMC pada tingkat Polres.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya pusat kegiatan K3-I bertumpu pada TMC yang ada di masing-masing Polres. Untuk kegiatan yang sifatnya menonjol, lingkup provinsi atau lintas Polres, secara selektif akan menjadi domain kerja RTMC. Sedangkan domain kerja NTMC adalah K3-I yang menonjol dan bersifat nasional, serta lingkup pengendalian operasional lebih dari 2 (dua) Polda.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2012/01/ntmc1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-239" title="National Traffic Management Center (NTMC) Polri yang merupakan bagian dari SIMTEKPOL" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2012/01/ntmc1.jpg?w=460" alt=""   /></a>Kegiatan NTMC sebagai Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan angkutan jalan, menurut pasal 249 (e) UU No. 22 Tahun 2009, sekurang-kurangnya meliputi:</p>
<ol>
<li>Pelayanan kebutuhan data, informasi, dan komunikasi tentang lalu lintas dan angkutan jalan;</li>
<li>Dukungan tindakan cepat terhdap pelanggaran, kemacetan, dam kecelakaan serta kejadian lain yang berdampak terhadap lalu lintas dan angkutan jalan;</li>
<li>Analisis, evaluasi terhadap pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas;</li>
<li>Dukungan penegakan hukum dengan alat elektronik dan secara langsung;</li>
<li>Dukungan pelayanan Surat Izin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor;</li>
<li>Pemberian informasi hilang temu kendaraan bermotor;</li>
<li>Pemberian informasi kualitas baku mutu udara;</li>
<li>Dukungan pengendalian lalu lintas dengan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli;</li>
<li>Dukungan pengendalian pergerakan lalu lintas dan angkutan jalan; dan</li>
<li>Pemberian informasi tentang kondisi jalan dan pelayanan publik.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sedang NTCM Polri sendiri adalah merupakan bagian atau subsistem dari Sistem Manajemen Teknologi Kepolisian (SIMTEKPOL). Seluruh informasi aktual tentang lalu lintas yang merupakan output dari NTMC dikumpulkan, diolah, dan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan dan dikoordinasikan sebagai bahan kendali penanganan masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehadiran NTMC merupakan salah satu wujud Reformasi Birokrasi Polri dalam hal pelayanan kepada masyarakat yang memungkinkan personel Polantas dapat bekerja secara transparan, cepat dan akurat dalam merespons (quick respon) setiap permasalah yang ada di lapangan. NTCM merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaca mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendukung sistem informasi NTCM telah dipasang kamera CCTV di selumlah lokasi di Pulau Jawa, Sumater dan Bali yang seluruhnya telah terintegrasi oleh NTMC Polri. Kamera pemantau itu antara lain tersebbar di berbagai titik rawan macet dan gangguan keamanan dan aktif termonitor selama 24 jam.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kepentingan kendali operasi, NTMC di Korps Lalu lintas Polri juga dilengkapi dengan teknologi informasi berbasis geografis/ Geographic Information System (GIS) yang mampu menampilkan data secara akurat sesuai kondisi per wilayah. Selain itu operasional NTMC didukung dengan teknologi, seperti CCTV, CIS, GPS, Internet, Database online, SMS, Faximile, Telepon, HT, Layar monitor dan berbagai program komputer agar dari NTMC kegiatan K3-I dapat diimplementasikan secara optimal, yaitu terjadinya quick respontime (kecepatan pengamanan, pelayanan masyarakat).</p>
<p style="text-align:justify;">Kontak NTMC Polri:</p>
<ul>
<li>Telepon   : 021-7948437</li>
<li>SMS           : 021-500669</li>
<li>Hotline    : 9119</li>
<li>Website   : www.lantas.polri.go.id</li>
<li>twitter     : @ntmckorlantaspolri</li>
<li>facebook: ntmckorlantaspolri</li>
</ul>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://www.fakhrial-trafficinfo.com/2010/11/jembatan-teknologi-polri-masyarakat.html">http://www.fakhrial-trafficinfo.com/2010/11/jembatan-teknologi-polri-masyarakat.html</a></p>
<p>dll.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=231&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2012/01/05/national-traffic-management-center-ntmc-bagian-dari-simtekpol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2012/01/kemacetan-jakarta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kemacetan jalanan di Jakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2012/01/ntmc1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">National Traffic Management Center (NTMC) Polri yang merupakan bagian dari SIMTEKPOL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas tentang Disaster Recovery Center (DRC)</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2011/12/20/sekilas-tentang-disaster-recovery-center-drc/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2011/12/20/sekilas-tentang-disaster-recovery-center-drc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 03:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini didasari karena di perusahaan tempat saya bekerja sekarang telah dibangun DRC (Disaster Recovery Center) sebagai backup Data Center di Kantor Pusat yang akan segera diaktifkan. Arti penting DRC bagi kelancaran sistem IT di sebuah perusahaan  sebanding dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Setiap organisasi memiliki sejumlah rangkaian proses utama (core processes) yang biasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=212&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tulisan ini didasari karena di perusahaan tempat saya bekerja sekarang telah dibangun DRC (Disaster Recovery Center) sebagai backup Data Center di Kantor Pusat yang akan segera diaktifkan. Arti penting DRC bagi kelancaran sistem IT di sebuah perusahaan  sebanding dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap organisasi memiliki sejumlah rangkaian proses utama (core processes) yang biasanya ditunjang oleh beragam teknologi informasi  dan komunikasi (TIK) agar tercipta suatu mekanisme kerja yang efektif, efisien, dan terkendali dengan baik. Melihat bahwa core processes merupakan suatu penting yang harus selalu dijaga kinerjanya dalam arti kata tidak boleh sampai terjadi peristiwa dimana core processes terhenti aktivitasnya yang berarti pula perusahaan tidak dapat menciptakan produk dan/atau jasa yang seharusnya dihasilkan maka perusahaan harus memikirkan cara atau strategi dalam menghadapi sejumlah risiko yang berpotensi mengganggu jalannya aktivitas produksi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan teknologi informasi telah menjadi kebutuhan pokok bagi aktifitas organisasi, sehingga apabila layanan tersebut terhenti maka efeknya sangat serius, yaitu timbulnya berbagai resiko operasional, resiko reputasi dan reputasi pasar. Pencegahan terhadap resiko-resiko tersebut yang diakibatkan oleh bencana (disaster) seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, tsunami dll dapat dilakukan dengan menyusun rencana pemulihan bencana (Disaster Recovery Plan/DRP) dengan dukungan DRC (Disaster Recovery Center) sebagai tempat/area penyimpanan serta pengolahan data dan informasi pada saat terjadinya bencana yang mengakibatkan Data Center yang ada mengalami gangguan temporary, sebagian atau bahkan rusak total sehingga memerlukan waktu yang lama untuk melakukan pemulihan. Core processes merupakan suatu proses penting yang harus selalu dijaga kinerjanya. Hal ini dilakukan dengan melindungi core process dari sumber-sumber yang berasal dari bencana alam, virus, terorisme, malicious acts dari dalam maupun luar serta unpredictable source lainnya. salah satu upaya untuk mengantisipasi bila hal-hal tersebut terjadi adalah dengan membangun sebuah Disaster Recovery Center (DRC). Dimana jika terjadi gangguan serius yang menimpa satu atau beberapa unit kerja penting di perusahaan seperti pusat penyimpanan dan pengolahan data dan informasi proses produksi tetap berjalan sebagaimana mestinya karena ada DRC yang mengambil alih fungsi unit yang “rusak” tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em></em>Disaster Recovery Center merupakan suatu fasilitas dalam perusahaan yang berfungsi untuk mengambil alih fungsi suatu unit ketika terjadi gangguan serius yang menimpa satu atau beberapa unit kerja penting di perusahaan, seperti pusat penyimpanan dan pengolahan data dan informasi. DRP (Disaster Recovery Plan) dan Disaster Recovery Center (DRC) sudah bukan hal yang baru di dunia IT Indonesia, bahkan Bank Indonesia telah mensyaratkan seluruh bank agar memiliki DRP/DRC  contohnya adalah ketika terjadi malapetaka yang menimpa sejumlah perusahaan besar dunia yang bermarkas di world trade center tetap dapat beroperasi (segera pulih kegiatan operasionalnya dalam waktu cepat), karena mereka telah mempersiapkan sejumlah DRC untuk mengantisipasi bencana yang tidak dikehendaki tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum DRC berfungsi untuk:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Meminimalisasi kerugian finansial dan nonfinansial dalam meghadapi kekacauan bisnis atau bencana alam meliputi fisik dan informasi berupa data penting perusahaan</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Meningkatkan rasa aman di antara personel, supplier, investor, dan pelanggan</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Membuat penambahaan Data Center, di lokasi yang aman dan terpisah digunakan hanya jika terjadi bencana, akan mengurangi efektifitas biaya dari masalah, dan akan menjadi kekuatan untuk menduplikat biaya di lokasi, sumberdaya, link komunikasi dan lainnya. Akan menghandle semua tugas yang berhubungan dalam mengatur profesional DRC, sehingga bisnis dapat terus berjalan. DRC yang kita tawarkan akan mempunyai fitur keamanan, dalam menjaga data center seperti mempunyai asuransi untuk bisnis continuity. Di banyak institusi beberapa membangun DRC di Bali dan sebagian ada di Bandung sedangkan perusahaan yang bertaraf internasional biasanya di Singapura atau di Hongkong contohnya BCA.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat betapa penting sekali bisnis continuity dalam sebuat organisasi, ada 3 pilihan type DRC yang sesuai dengan kondisi alokasi anggaran organisasi, yaitu :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Cold DRC</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Cold DRC ini menyediakan sistem yang sama seperti dilokasi data center di organisasi dimana aplikasi dan data akan diupload sebelum fasilitas DRC bisa digunakan, namun proses pemindahan dari data center ke lokasi DRC akan dilakukan secara manual.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Warm DRC</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Warm DRC akan menyediakan komputer dengan segala komponennya, aplikasi, link komunikasi, serta backup data yang paling update, dimana system tidak otomatis berpindah tetapi masih terdapat proses manual meskupun dilakukan seminimal mungkin.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Hot DRC</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hot DRC ini mengatur secepat mungkin operasional bisnis, sistem dengan aplikasi, link komunikasi yang sama sudah di pasang dan sudah tersedia di lokasi DRC, data secara continu dibackup menggunakan koneksi live antara data center dan lokasi DRC, dan operasional bisnis akan berjalan pada saat itu juga, tanpa harus mematikan sistem di data center lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun sebuah DRC yang baik, bukanlah suatu hal yang mudah, bahkan beberapa praktisi mengategorikannya sebagai sebuah aktivitas kompleks, karena di dalamnya terdapat beragam aspek dan komponen yang membutuhkan perhatian khusus dan serius. oleh karena itu, yang perlu dipelajari dan dipahami sungguh-sungguh oleh mereka yang ingin merencanakan dan mengembangkan DRC adalah metodologi pembangunannya. metodologi yang baik akan menekankan pada aspek-aspek sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>memberikan gambaran yang jelas kepada manajemen mengenai besarnya usaha yang harus dilakukan dalam merencanakan, mengembangkan, dan memelihara sebuah DRC.</li>
<li>menggalang komitmen penuh dari seluruh manajemen dan karyawan di berbagai lapisan organisasi untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pengembangan DRC.</li>
<li>mendefinisikan kebutuhan recovery dipandang dari berbagai perspektif bisnis</li>
<li>memperlihatkan dampak kerugian yang akan diderita perusahaan jika DRC tidak segera dibangun.</li>
<li>memfokuskan diri pada pencegahan terjadinya gangguan dan mencoba untuk meminimalisasikan dampak negatif yang terjadi, walaupun tetap dipersiapkan berbagai usaha reaktif (recovery) seandainya gangguan tersebut benar-benar terjadi.</li>
<li>memudahkan proses pemilihan anggota tim yang bertangung jawab di dalam proses pengembangan DRC.</li>
<li>menghasilkan sebuah perencanaan recovery yang mudah dipahami, mudah diterapkan, dan mudah dipelihara.</li>
<li>mendefinisikan secara jelas bagaimana keberadaan DRC tersebut terintegrasi secara baik dengan sejumlah entiti bisnis lain yang dalam keadaan normal tetap berjalan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Adapun metodologi perencanaan dan pengembangan DRC yang baik paling tidak harus memperhatikan 8 (delapan) tahapan utama, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em>pre-planning activities (project initiation)</em>, merupakan tahap persiapan untuk menjamin bahwa seluruh pimpinan dan jajaran manajemen perusahaan paham betul mengenai karakteristik dan perlunya DRC dibangun.</li>
<li><em>vulnerability assessment and general definition of requirements</em>, merupakan kajian terhadap potensi gangguan yang dapat terjadi karena kerapuhan sistem dan usaha untuk mendefinisikan kebutuhan akan DRC yang dimaksud.</li>
<li><em>business impact assessment</em>, merupakan analisa terhadap dampak bisnis yang akan terjadi seandainya gangguan tersebut terjadi pada kenyataannya.</li>
<li><em>detailed definition of requirements</em>, merupakan proses mendefinisikan kebutuhan secara lebih rinci setelah proses kajian terhadap dampak bisnis selesai dilakukan, sehingga perusahaan dapat memfokuskan diri secara tepat (karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki).</li>
<li><em>plan and center development</em>, merupakan tahapan membangun perencanaan dan DRC yang dimaksud sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang telah didefinisikan sebelumnya.</li>
<li><em>testing and exercising program</em>, merupakan rangkaian usaha uji coba atau latihan kinerja DRC dengan cara mensimulasikan terjadinya gangguan yang dimaksud.</li>
<li><em>execution</em>, merupakan suatu rangkaian proses dimana DRC beroperasi sejalan dengan aktivitas bisnis sehari-hari perusahaan dalam keadaan normal.</li>
<li><em>maintenance and evaluation</em>, merupakan usaha untuk memelihara dan mengevaluasi kinerja DRC dari waktu ke waktu agar selalu berada dalam kondisi yang prima dan siap pakai.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Infrastruktur disaster recovery mencakup fasilitas data center, wide area network (WAN) atau telekomunikasi, local area network (LAN), hardware, dan aplikasi. Dari tiap bagian ini kita harus menentukan strategi Disaster Recovery yang paling tepat agar dapat memberikan solusi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aspek lain yang perlu diperhatikan bahwa sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam penyediaan layanan di mana mereka harus memberikan layanan (yang kadang-kadang berlebihan). Misalnya mereka siap bekerja jam 12 malam atau di luar jam kerja. Artinya dibutuhkan adanya “operator” yang standby 24 jam/hari. Hal tersebut dapat menjadi kendala yang perlu dipertimbangkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun dan negosiasi kontrak DRC:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>DRC harus berada di daerah aman tapi dalam jarak yang terjangkau dari lokasi yang akan dilayaninya.</li>
<li>perjanjian kontrak harus mengidentifikasikan sumber-sumber secara spesifik dan pelayanan yang akan disediakan.</li>
<li>perjanjian kontrak sebaiknya berisi batasan jumlah maksimum pelanggan lain yang berlokasi sama dengan wilayah layanan perusahaan perusahaan bersagkutan.</li>
<li>perjanjian kontrak harus menspesifikasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanggapi laporan dari client.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Ada dua kelemahan perencanaan dan implementasi DRC, khususnya di Indonesia. Kelemahan-kelemahan tersebut adalah sebagai berikut.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>DRP/DRC masih dianggap sebagai suatu kelengkapan yang dilakukan hanya sekali saja</strong>. Banyak perusahaan yang merasa tenang setelah memiliki DRP/DRC, tidak pernah mereviewnya lagi selama bertahun-tahun. Perlu diingat bahwa perancangan DRP/DRC dimulai dengan mengidentifikasikan risk dan secara bertahap memprediksi dampaknya terhadap bisnis. Berdasarkan itulah muncul daftar prioritas yang harus diantisipasi kejadiannya dan dipersiapkan langkah penaggulangannya jika ancaman yang dikhawatirkan tersebut terjadi. Banyak perusahaan tidak menyadari (atau tidak mau tahu) bahwa di sisi penyebab, ‘bentuk-bentuk ancaman baru bermunculan‘ . Di ujung yang lain, ‘tuntutan bisnis bisa berubah‘, yang tadinya internet banking tidak dianggap krusial, menjadi krusial karena semakin banyak nasabah pengguna internet banking. Tentunya dinamika ini akan mengubah daftar ancaman serta skala prioritasnya. Sudah barang tentu, sebagai akibatnya DRP/DRC yang sudah disusun harus disesuaikan dengan perubahan tersebut. Bayangkan, apakah DRP/DRC yang sudah bertahun-tahun tidak pernah direview dan disesuaikan akan masih efektif?</li>
<li><strong>DRP/DRC tidak diuji dengan memadai</strong>. Tidak sedikit perusahaan yang sudah memiliki DRP/DRC melakukan pengujian yang terbatas, pada kondisi yang sudah dipersiapkan, dan tidak dilakukan pada kondisi pengujian yang mendekati keadaan disaster yang sebenarnya. Pada keadaan disaster, semua orang berada dalam keadaan panik dan tidak semua resources tersedia seperti dalam keadaan normal, sehingga latihan yang dipersiapkan secara khusus mungkin tidak cukup mewakili atau mendekati keadaan disaster tersebut. Perlu sedikit keberanian untuk menguji DRP/DRC kita pada keadaan operasi normal. Jika tidak berani, bukankah itu menandakan bahwa masih ragu dengan kinerja dan kehandalan DRP/DRC?</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Membangun DRC yang baik tentu saja memerlukan dana yang tidak sedikit. Perusahaan yang biasanya memutuskan untuk membangun DRC adalah mereka yang memiliki karakteristik usaha sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Resiko terjadinya gangguan cukup tinggi karena nature dari proses atau teknologi yang dipakai di dalam menunjang core processes yang ada – misalnya dalam mengimplementasikan internet banking, remote trading, e-auction, dan lain sebagainya;</li>
<li>Resiko gangguan yang terjadi berpotensi mengganggu sejumlah besar (mayoritas) proses atau aktivitas yang sangat kritikal bagi kelangsungan hidup perusahaan – misalnya terkait dengan automated teller machine, corporate electronic payment system, automatic procurement system, dan lain sebagainya; dan</li>
<li>Resiko gangguan melekat pada sejumlah proses bernilai tinggi (value-added processes), yaitu serangkaian aktivitas dimana: terkait langsung dengan mekanisme penciptaan produk atau jasa, bersifat mutlak dilakukan oleh perusahaan agar tidak kehilangan sumber pendapatan, dan pelanggan “is willing to pay” untuk keberadaan proses tersebut.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"> <strong>Prosedur Business Continuity Plan (BPC)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">DRC diperlukan oleh perusahaan untuk mengatasi dampak dari bencana yang mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan suatu proses perencanaan yang matang agar implementasi DRC berjalan efektif dan efisien. Rencana yang disusun tidak hanya mencakup aktivitas <em>data processing, </em>tetapi meliputi semua aspek di luar operasi <em>data processing. </em>Rencana tersebut harus meliputi prosedur yang telah diuji untuk meyakinkan keberhasilan proses <em>recovery </em>saat bencana benar-benar terjadi. Rencana yang sudah tersusun didokumentasikan dalam bentuk tulisan</p>
<p style="text-align:justify;">Prosedur <em>Disaster Recovery Plan </em>merupakan penjabaran teknis tentang langkah-langkah atau proses pelaksanaan kegiatan <em>recovery. </em>Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahap ini adalah :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Reduction/Readiness/Prevention adalah kegiatan untuk mereduksi dampak <em>disaster </em>terhadap sistem kritikal yang digunakan  dan persiapan tentang segala hal yang diperlukan untuk melindungi sistem kritikal  pada saat terjadi <em>disaster</em>.</li>
<li>Response merupakan kegiatan yang harus dilakukan pertama kali pada saat terjadi <em>disaster</em>. Kegiatan yang dilaksanakan biasanya berupa kegiatan-kegiatan penaggulangan terkait dengan bisnis atau BCP, ditambah dengan proses analisis dampak <em>disaster</em> serta pengambilan keputusan mengenai kegiatan apa yang dilakukan untuk melakukan <em>recovery</em> terhadap sistem TI yang kritikal berdasarkan dampak <em>disaster</em> yang timbul.</li>
<li>Recovery merupakan kegiatan untuk memulihkan fungsi sistem TI yang kritikal dengan kapasitas sama persis atau kurang dari kapasitas sistem TI kritikal pada kondisi normal. Biasanya hasil dari kegiatan ini merupakan pemulihan sistem yang bersifat sementara, dimana akan ada kegiatan untuk mengembalikan fungsi sistem TI yang kritikal dengan kapasitas sama dengan atau bahkan lebih dari kapasitas sistem normal sebelumnya.  Strategi <em>recovery</em> tertentu yang diputuskan bisa diterapkan pada seluruh sistem TI yang Kritikal yang terimbas <em>disaster</em>.</li>
<li>Restoration/Normalization merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengembalikan sistem TI kritikal  beserta sistem pendukungnya pada fungsi dan kapasitas minimal seperti sebelum terjadinya <em>disaster</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sumber:<a href="http://www.ristinet.com/index.php?ch=8&amp;lang=&amp;s=d393cfd993bce4dd308ab1356deb47ff&amp;n=227">http://www.ristinet.com/index.php?ch=8&amp;lang=&amp;s=d393cfd993bce4dd308ab1356deb47ff&amp;n=227</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=212&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2011/12/20/sekilas-tentang-disaster-recovery-center-drc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tembang Lir Ilir</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2011/04/16/tembang-lir-ilir/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2011/04/16/tembang-lir-ilir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 03:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang jawa tembang Ilir-ilir mendapat tempat yang berbeda, karena muatan yang terdapat didalamnya mempunyai nilai-nilai luhur tentang Agama Islam, fundamental ajaran, petuah yang sangat agung. Tembang lir-ilir dalam riwayat Raden Sahid atau lebih dikenal dengan nama Sunan Kalijogo diciptakan oleh Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Kalijogo adalah salah satu wali dari sembilan wali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=195&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebagai orang jawa tembang Ilir-ilir mendapat tempat yang berbeda, karena muatan yang terdapat didalamnya mempunyai nilai-nilai luhur tentang Agama Islam, fundamental ajaran, petuah yang sangat agung. Tembang lir-ilir dalam riwayat Raden Sahid atau lebih dikenal dengan nama Sunan Kalijogo diciptakan oleh Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Kalijogo adalah salah satu wali dari sembilan wali penyebar agama islam di tanah Jawa. Tembang lir-ilir adalah salah satu tembang yang populer dikalangan orang Jawa. Di dalam tembang ini terdapat makna religius yang disampaikan lewat syair-syairnya. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“. Menurut G Surya Alam, dalam bukunya <em>Wejangan Sunan Kalijaga</em>, tembang ‘Ilir-Ilir’ tersebut mengandung nasehat atau wejangan untuk menjadi seorang Muslim yang baik. Secara Global makna yang tersirat dalam syair-syair tembang tersebut adalah ajakan untuk menindakkan rukun Islam dan berbuat kebaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Lir-ilir, lir-ilir tandure wis sumilir</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar </em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi </em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodot iro</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Dodot iro-dodot iro kumitir bedhah ing pinggir </em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore </em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em>Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane Yo surako… surak hiyo…</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Sayup-sayup bangun (dari tidur)</em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Pohon sudah mulai bersemi, </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,? </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore</em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em> Mumpung terang rembulannya </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Mumpung banyak waktu luang </em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><em><em><em>Mari bersorak-sorak ayo…</em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><em><em><em><br />
</em></em></em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lir-ilir</strong> dalam baris pertama dari tembang tersebut adalah merupakan ungkapan ajakan yang dalam bahasa jawa berarti terbangun setelah tidur (ngilir). Yang dimaksud tidur disini adalah orang-orang yang belum masuk Islam. Maka syair lir-ilir diulang-ulang agar mereka terbangun dan tersadar dan menuju kepemikiran yang lebih segar (masuk dalam Agama Islam).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kita yang sudah muslim perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan? Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan.  Ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tandure Wus Sumilir</strong>, benih-benih pohon sudah mulai tumbuh. Yaitu benih-benih iman yang sudah mulai tumbuh dalam hati,  maka rawatlah benih-benih itu agar bersemi dan tumbuh dengan baik, karena saat benih itu tumbuh dengan baik maka akan mengeluarkan buah yang baik pula. Misalnya apabila benih tersebut dirawat dengan baik dan disirami dengan air jernih (Istighfar, Sholawat, membaca Qur’an dll) maka niscaya tumbuhan tersebut akan tumbuh dengan baik<strong>. Tak ijo royo-royo</strong>, mengandung arti bahwa tumbuhan itu tumbuh dengan subur. Tidak terkena hama atau penyakit lainya dan sejuk dipandang. Dengan demikian kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon disini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tak sengguh penganten anyar</strong>, lalu bermakna, bahwa pribadi yang baik dan sikap yang sopan, akan disenangi banyak orang. Karena itu, dirinya bagaikan sepasang pengantin baru yang disambut gembira oleh khalayak.</p>
<p style="text-align:justify;">Makna yang dapat dipetik dari tembang Ilir-Ilir pada bait pertama ini adalah, sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah SWT dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, pada bait kedua dari tembang ‘Ilir-Ilir’ tersebut mengandung makna yang sangat dalam bagi setiap muslim, dalam membentuk jiwa yang kuat, pemberani, tanpa kenal lelah dan putus asa. Sehingga akan membentuk pribadi-pribadi yang sabar, pantang menyerah demi sebuah cita-cita yang mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata <strong>‘<em>Cah angon’</em> </strong>maknanya adalah wahai anak gembala. Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya? Sebab, nafsu itu bila tidak digembalakan (diarahkan) maka si gembala dapat terjerumus kedalam lubang yang berbahaya. Dirinya bisa melakukan perbuatan maksiat dengan bebas, karena tidak ada yang di-angon (gembalakan).  Disebutkan sebanyak dua kali, yaitu ‘<em>cah angon, cah angon</em>‘ menunjukkan adanya perintah yang harus dilaksanakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah perintah yang dimaksud itu?<strong> </strong><em><strong>‘Penekno blimbing kuwi’</strong>,</em> artinya panjatlah pohon belimbing itu. Mengapa pula Sunan Kalijaga memakai kata ‘<strong>Blimbing</strong>’ dalam tembangnya ini? Tentu maksudnya adalah rukun Islam harus ditegakkan. Buah belimbing memiliki lima sisi, yang masing-masing sisi itu dimaknai dengan syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji (bila mampu). Kelima rukun Islam ini harus dilaksanakan oleh setiap pribadi muslim agar dapat membentuk dirinya menjadi insan kamil, yaitu manusia yang sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Lunyu-lunyu penekno</strong>, <strong>kanggo mbasuh dodot iro</strong>.</em> Kendati licin, tetap harus dipanjat, demi membersihkan ‘pakaian batin’ yang kotor. Maksudnya, walaupun perintah itu sulit dilalui, namun ia harus tetap melewati dengan melaksanakannya,Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa. Berbagai ujian dan cobaan selalu dihadapinya dengan kesabaran, kepasrahan, dan tawakkal kepada Allah. Dan dia akan senantiasa melalui ujian itu dengan lapang dada, kendati terasa berat, sebab banyak godaannya. Namun, Allah menjelaskan, Dia tidak akan menguji atau membebankan suatu perintah kepada hambanya diluar batas kemampuan yang dimiliki oleh hamba tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>”Laa yukallifullahu nafsan Illa wus’aha,”</em> Allah tidak membenani seseorang itu, kecuali sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. (QS Al-Baqarah : 286).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Persiapkan Bekal Akhirat </strong> <em> ”<strong>Dodot iro, dodot iro, Kumitir bedah ing pinggir, Dondomana Jlumatana, Kanggo seba mengko sore.</strong><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maksud dari syair ini adalah pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT. Oleh karena itu setiap muslim hendaknya melakukan taubat yang sesungguhnya, mau memperbaiki kesalahannya sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bahasa Jawa, <strong><em>Dodot</em></strong> adalah ”ageman’ (pakaian) dalam menggambarkan agama atau kepercayaan yang dianut. Sedangkan kata <em><strong>Kimitir bedah ing pinggir</strong>’ </em>artinya banyaknya robekan-robekan pada bagian tepi pakaian itu, hendaknya segera dijahit. Sebab, pakaian yang cacat dan rusak itu tentunya tidak pantas lagi untuk dipakai. Agar pantas digunakan lagi, maka perbaikilah.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah makna dari <strong><em>Dondomana Jlumatana</em></strong> artinya, jahirlah bagian yang robek itu. Begitulah halnya dengan kepercayaan kita yang telah rusak, hendaknya kita bertobat dan mau memperbaiki kesalahan tersebut serta tidak mengulanginya lagi. Itulah yang dinamakan dengan <em>taubat nasuha</em> (taubat yang sesungguhnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, segala perbuatan yang sudah kita perbaiki tujuannya adalah sebagai bekal kita di kehidupan akhirat kelak. Disinilah makna dari<strong> <em>Kanggo seba mengko sore.</em></strong> Perjalanan manusia selama di dunia ini hanyalah sebagai persinggahan sementara. Awalnya dia berangkat, kemudian kembali. Pagi dia kerja, sore sudah kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, perbuatan yang baik seperti shalat, zakat, puasa, haji, sedekah dan lain sebagainya itu, tujuannya adalah sebagai bekal umat Islam untuk di kehidupan akhirat. Adalah pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar kalangane.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selagi masih ada waktu, bersegeralah memperbaiki diri. Mumpung terang sinar rembulannya, dan mumpung luas waktunya. Sebab, bila sudah malam hari tanpa sinar rembulan, maka orang tak akan dapat melihat apa-apa. Ini dimaksudkan, di saat gelap orang akan sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Acapkali yang baik dijelekkan, dan yang jelek dibagus-baguskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya, selagi masih muda, selagi sinar rembulan masih memancar, segeralah berbuat kebaikan, dan melaksanakan kewajiban yang telah diperintahkan. Waktu yang ada, jangan disia-siakan tanpa guna dan berlalu begitu saja tanpa hasil.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila semua itu bisa dilaksanakan dengan baik dan sempurna, maka bergembiralah. <em><strong>Yo surak o, sorak hayo</strong>.</em> Sebab, segala kewajiban yang dilaksanakan dengan baik dan sempurna, maka kehidupan di akhirat nanti akan mendapatkan balasan yang baik pula. Karena itu, berbahagialah mereka yang mampu melaksanakan segala kewajiban dengan baik, tanpa cacat sedikit. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah kiranya, makna terdalam dari tembang syair ‘Ilir-Ilir’ yang disyiarkan oleh Sunan Kalijaga bagi setiap muslim untuk mencapai kehidupan akhirat yang lebih baik. <em>Wa Allahu A’lamu.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber : </em></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Fb nya Mbak Ilma" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1679900332&amp;sk=notes#!/profile.php?id=1679900332">Facebooknya mbak Ilma</a>, terima kasih atas kiriman notenya, sangat mencerahkah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2144" rel="nofollow" target="_blank">http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2144</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.pak-professor.com/" rel="nofollow" target="_blank">http://www.pak-professor.com </a>dan sumber lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=195&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2011/04/16/tembang-lir-ilir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Polri Menuju Pelayanan Prima guna Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/10/20/revitalisasi-polri/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/10/20/revitalisasi-polri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 09:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Polmas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[REVITALISASI POLRI MENUJU PELAYANAN PRIMA GUNA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Disampaikan oleh: KOMJEN POL Drs. TIMUR PRADOPO PADA UJI KEPATUTAN DAN KELAYAKAN CALON KAPOLRI DIHADAPAN KOMISI III DPR RI TANGGAL 14 OKTOBER 2010 Ysh. &#8211; Ketua Komisi III DPR RI - Para Wakil Ketua Komisi III DPR RI - Bapak/Ibu Anggota Komisi III DPR RI Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=201&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>REVITALISASI POLRI MENUJU PELAYANAN PRIMA GUNA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Disampaikan oleh: KOMJEN POL Drs. TIMUR PRADOPO PADA UJI KEPATUTAN DAN KELAYAKAN CALON KAPOLRI DIHADAPAN KOMISI III DPR RI TANGGAL 14 OKTOBER 2010</p>
<p>Ysh. &#8211; Ketua Komisi III DPR RI</p>
<p>- Para Wakil Ketua Komisi III DPR RI</p>
<p>- Bapak/Ibu Anggota Komisi III DPR RI Yang Saya Muliakan,</p>
<p>Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam Sejahtera Bagi Kita Semua Pada kesempatan ini perkenankan saya mengajak Bapak/Ibu anggota dewan yang terhormat untuk bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenannya jualah kita dapat berkumpul dan bersilaturahmi di ruangan ini untuk menjalankan amanah konstitusional dalam rangka estafet kepemimpinan Polri guna kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya saya haturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu anggota dewan yang terhormat, atas perkenannya memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan para anggota dewan yang terhormat. Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada Jenderal Polisi Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, MM yang telah meletakkan landasan pembenahan Polri dalam kerangka reformasi birokrasi Polri, sehingga menjadi kewajiban kami beserta seluruh generasi penerus Polri untuk melanjutkan pembenahan Polri yang telah dirintis selama periode kepemimpinan beliau, agar Polri dapat memantapkan dirinya dalam menyongsong tugas-tugas yang semakin berat dan kompleks. Kemajuan yang dicapai oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini saya rasakan sangat membanggakan, hal tersebut tidak terlepas dari peran dan dukungan dari Bapak/Ibu anggota dewan yang terhormat, serta hasil kerja keras dari para senior pendahulu Polri yang telah meletakkan pondasi yang kokoh bagi organisasi Polri, sehingga memungkinkan terlaksananya pembangunan Polri hingga saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya menjadi kewajiban saya sebagai generasi penerus Polri untuk memelihara, meneruskan dan memperkuat organisasi Polri ke depan guna mampu menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas Polri. Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini, ijinkanlah saya memaparkan pokok-pokok pikiran tentang “Revitalisasi Polri menuju Pelayanan Prima guna Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat”. Pelayanan prima harus diwujudkan pada seluruh lingkup tugas pokok, fungsi dan peran Polri sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Selanjutnya dalam penyampaian pokok-pokok pikiran, saya menggunakan alur pikir yang berlandaskan pada kebijakan dan program yaitu visi dan misi Polri, Grand Strategy Polri Tahun 2005-2025, Renstra Polri Tahun 2010-2014, reformasi birokrasi Polri dan struktur organisasi Polri yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya menetapkan program revitalisasi Polri yang terangkum dalam road map berikut program revitalisasinya serta komitmen yang akan diwujudkan guna menuju Polri yang melayani, proaktif, transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat. Alur pikir yang saya sampaikan berawal dari Renstra Polri Tahap II Tahun 2010-2014 yang telah menetapkan visi Polri yaitu “Terwujudnya Pelayanan Kamtibmas Prima, Tegaknya Hukum dan Kamdagri Mantap serta Terjalinnya Sinergi Polisional yang Proaktif”, secara subtansi visi tersebut mengandung makna:</p>
<ol>
<li>“Terwujudnya pelayanan kamtibmas prima” adalah keadaan dalam masyarakat yang tumbuh rasa bebas dari gangguan dan ketakutan;</li>
<li>“Tegaknya hukum” adalah suatu keadaan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang teratur, tertib dan adil;</li>
<li>“Kamdagri mantap” adalah suatu keadaan di wilayah hukum NKRI yang bebas dari konflik sosial baik vertikal maupun horizontal dan bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban umum;</li>
<li>“Sinergi polisional yang proaktif” adalah kebersamaan antar unsur dan komponen negara dan masyarakat dalam mengambil langkah mengatasi potensi gangguan keamanan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dengan mempedomani visi Polri tersebut, maka langkah pencapaian sasaran strategis dirumuskan ke dalam misi Polri sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini melalui kegiatan operasi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan;</li>
<li>Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan secara mudah, responsif dan tidak diskriminatif;</li>
<li>Menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus barang dan orang;</li>
<li>Menjamin keberhasilan penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri;</li>
<li>Mengembangkan perpolisian masyarakat yang berbasis pada masyarakat patuh hukum;</li>
<li>Menegakkan hukum secara profesional, proporsional, transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan;</li>
<li>Mengelola secara profesional, transparan, akuntabel dan modern seluruh sumber daya Polri guna mendukung operasional tugas Polri;</li>
<li>Membangun sistem sinergi polisional interdepartemen dan lembaga internasional maupun komponen masyarakat dalam rangka membangun kemitraan dan jejaring kerja.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Bapak/ibu anggota dewan yang saya muliakan, Selaras dengan undang-undang nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025, Polri telah menjabarkannya ke dalam bingkai besar Grand Strategy Polri Tahun 2005-2025 yang mencakup 3 (tiga) tahapan waktu yaitu: Tahap I Tahun 2005-2009 membangun kepercayaan (trust building), Tahap II Tahun 2010-2014 membangun kemitraan (partnership building) dan Tahap III Tahun 2015-2025 menuju organisasi unggulan (strive for excellence).</p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menjadi prioritas pertama pada Renstra Polri Tahap I yang harus diwujudkan sebagai pondasi pelaksanaan Renstra Polri Tahap II Tahun 2010-2014, selanjutnya perjalanan pembangunan Polri saat ini telah memasuki Renstra Polri Tahap II Tahun 2010-2014, dengan sasaran membangun sinergi dengan seluruh komponen dan masyarakat yang disebut dengan partnership building, dan telah dijabarkan dalam program dan anggaran Polri yang selaras dengan arah kebijakan nasional Kabinet Indonesia Bersatu II di bidang Keamanan yaitu:</p>
<ol>
<li>Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kepolisian;</li>
<li>Penerapan Quick Wins di seluruh wilayah NKRI;</li>
<li>Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM);</li>
<li>Modernisasi teknologi kepolisian sebagai bagian dari reformasi birokrasi Polri;</li>
<li>Pemantapan tata kelola pencegahan dan penanggulangan tindak terorisme, serta pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan tindak terorisme;</li>
<li>Peningkatan profesionalisme yang diiringi kesejahteraan anggota Polri.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 yang mengamanatkan bahwa kelembagaan dan kementerian harus melaksanakan reformasi birokrasi pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan aparatur negara yang bersih, profesional, transparan dan akuntabel guna menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang baik. Berkenaan dengan hal itu, Polri telah merumuskan reformasi birokrasi Polri yang dilaksanakan secara bertahap dan terencana sejak bulan Desember tahun 2008, dan hingga saat ini reformasi birokrasi Polri dimaksud terus berjalan. Hal ini merupakan wujud dari keseriusan Polri untuk melakukan perubahan sebagai upaya peningkatan kualitas kinerja dalam menjalankan tugas pokok Polri. Esensi reformasi birokrasi adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan bagian dari good governance.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hal tersebut, maka reformasi birokrasi Polri telah menetapkan 5 (lima) agenda utama, yaitu:</p>
<ol>
<li>Evaluasi kinerja dan postur Polri 2025;</li>
<li>Restrukturisasi organisasi Polri;</li>
<li>Quick wins;</li>
<li>Manajemen perubahan budaya;</li>
<li>Manajemen sumber daya manusia dan remunerasi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Restrukturisasi organisasi Polri bertujuan membangun organisasi Polri yang efektif, efisien, akuntabel dan transparan sesuai dengan dinamika perubahan lingkungan strategis dan tantangan tugas yang dihadapi. Hasilnya adalah disahkannya Peraturan Presiden Nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dan disahkannya Peraturan Kapolri Nomor 21, 22 dan 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polri pada Tingkat Mabes Polri, Polda, Polres dan Polsek. Dalam struktur organisasi Polri yang baru terdapat beberapa perubahan mendasar yaitu penguatan fungsi utama kepolisian, memperbanyak sebaran pelayanan Polri ke titik pelayanan terdepan, dan mengintegrasikan seluruh lembaga pendidikan/sekolah Polri dalam satu sistem. Selain itu terdapat perubahan lain yang terkait dengan model dan tipe organisasi, nomenklatur dan titelatur, unsur-unsur tataran struktur organisasi, pengelompokan fungsi utama dan pendukung, serta eselonisasi. Seperti yang telah saya sampaikan bahwa 5 (lima) agenda utama reformasi birokrasi Polri telah dijabarkan dalam program-program yang lebih detail, yaitu:</p>
<ol>
<li>Evaluasi kinerja dan profil Polri 2025, melalui:</li>
</ol>
<ul>
<li>Evaluasi kinerja Polri (kuantitatif dan kualitatif);</li>
<li>Perumusan profil Polri 2025;</li>
</ul>
<p>2. Restrukturisasi organisasi dan tata laksana, melalui:</p>
<ul>
<li>Perancangan ulang struktur organisasi Polri;</li>
<li>Analisis beban kerja;</li>
<li>Identifikasi, inventarisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) atau Prosedur Tetap (PROTAP);</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">       3.  Program Quick Wins, melalui:</p>
<ul>
<li>Identifikasi bidang kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat;</li>
<li>Rencana aksi Quick Wins;</li>
<li>Pemantauan pelaksanaan Quick Wins;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">       4.  Manajemen perubahan dan transformasi budaya, melalui:</p>
<ul>
<li>Internalisasi dan sosialisasi reformasi birokrasi Polri;</li>
<li>Transformasi budaya organisasi;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">       5.  Manajemen sumber daya manusia dan remunerasi, melalui:</p>
<ul>
<li>Review penyempurnaan strategi, kebijakan, dan sistem manajemen sumber daya manusia;</li>
<li>Perumusan remunerasi.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Bapak/ibu anggota dewan yang saya muliakan, Sebelum saya menyampaikan kerangka revitalisasi Polri, pada kesempatan ini akan saya uraikan kondisi Polri secara umum sebagai berikut:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Pemeliharaan situasi kamtibmas serta penanganan daerah rawan kontinjensi telah dapat dikelola secara kondusif dengan kegiatan rutin dan operasi kepolisian yang ditandai dengan pelaksanaan pengamanan pemilukada dan pemilu tahun 2009 dapat berjalan dengan aman dan lancar.</li>
<li style="text-align:justify;">Penanganan 4 (empat) jenis tindak pidana (kejahatan konvensional, transnational crime, kejahatan terhadap kekayaan negara, kejahatan yang berimplikasi kontinjensi), khususnya penanganan transnational crime telah dapat membentuk opini bahwa Polri mampu mengatasi terorisme di indonesia;</li>
<li style="text-align:justify;">Berkembangnya fenomena dalam kehidupan masyarakat yang menganggap kurangnya respon Polri, sehingga menimbulkan tindakan masyarakat yang bersifat massive dan anarkis;</li>
<li style="text-align:justify;">Melalui dukungan dan perhatian dari bapak/ibu anggota dewan yang terhormat dengan telah mengupayakan penyediaan anggaran Polri yang setiap tahunnya mengalami kenaikan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme Polri;</li>
<li style="text-align:justify;">Hasil penilaian BPK RI pada pemeriksaan tahun buku 2009 atas laporan keuangan Polri T.A. 2009 yang sudah mendapatkan opini penilaian “wajar tanpa pengecualian (WTP)”;</li>
<li style="text-align:justify;">Hasil penilaian tim independen reformasi birokrasi nasional terhadap pelaksanaan program reformasi birokrasi Polri pada pertengahan Juli tahun 2010 yang memberikan nilai 3,51 dalam skala 1 sampai dengan 4 (setara dengan nilai 87,5);</li>
<li style="text-align:justify;">Beberapa satuan kerja Polri telah memperoleh Sertifikasi ISO yang menggambarkan kualitas proses kerja. Saya menyadari bahwa pelaksanaan tugas dan kinerja Polri sampai dengan saat ini masih belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dari berbagai masukan diharapkan personel Polri mampu mewujudkan :</p>
<ol>
<li>Peningkatan kinerja dan akuntabilitas Polri yang lebih baik, khususnya pada pelayanan Polri di wilayah terpencil termasuk wilayah perairan timur indonesia;</li>
<li>Peningkatan kecepatan pelayanan, perlindungan dan bantuan pertolongan kepada masyarakat dalam rangka pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjamin keselamatan dan keamanan umum;</li>
<li>Penegakkan hukum yang tegas, tidak diskriminatif, memenuhi rasa keadilan masyarakat, terjaminnya transparansi dalam proses penyidikan perkara, dan adanya kepastian hukum bagi para pencari keadilan;</li>
<li>Peningkatan kapasitas peran dan fungsi intelijen kepolisian yang lebih mampu memberikan early detection dan analisis intelijen dalam rangka langkah antisipasi untuk tidak semakin berkembangnya situasi kamtibmas menjadi semakin destruktif;</li>
<li>Kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi publik atas pelayanan publik yang berkaitan dengan pelaksana-an tugas dan kinerja Polri;</li>
<li>Selain harapan dan tuntutan masyarakat tersebut di atas, dari hasil evaluasi internal atas kinerja Polri diperoleh rincian harapan masyarakat, kementerian/lembaga pemerintah sebagai berikut:</li>
</ol>
<p>a.   Keberadaan Polri di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan tenteram;</p>
<p style="text-align:justify;">            b.   Polri mampu memberikan pelayanan yang prima, tidak mempersulit, cepat dan tuntas dalam menyelesaikan</p>
<p style="text-align:justify;">                  masalah;</p>
<p style="text-align:justify;">            c.  Penampilan personel Polri yang simpatik, humanis tapi tegas;</p>
<p style="text-align:justify;">            d.  Keterbukaan dan tanggung jawab Polri dari setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan;</p>
<p style="text-align:justify;">            e.  Terwujudnya postur Polri yang bersih, mandiri dan profesional;</p>
<p style="text-align:justify;">            f.  Mendambakan penampilan Polri yang santun, bermoral dan modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengacu kepada tuntutan dan harapan tersebut, saya berpendapat bahwa perlu adanya semangat untuk melakukan revitalisasi Polri guna menjawab perkembangan lingkungan strategis dan kompleksitas tantangan tugas Polri. Revitalisasi mengandung arti menjadikan sesuatu menjadi vital, bermanfaat atau penting kembali dengan memberikan sentuhan-sentuhan baru. Saya memandang revitalisasi dalam tubuh Polri sebagai langkah untuk menghidup-kan, membangun dan memberdayakan kembali nilai-nilai kemampuan yang telah dimiliki Polri di segala bidang, yang selama ini belum dapat diwujudkan secara maksimal untuk menghadapi tantangan tugas Polri. Adapun paradigma dari proses revitalisasi tersebut adalah sikap yang melayani, proaktif, transparan dan akuntabel, dimana paradigma tersebut dapat mendorong terwujudnya pelayanan prima, yang pada gilirannya di satu sisi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan di sisi lain juga dapat meneguhkan soliditas internal Polri. Jika saya memperoleh amanah mengemban tanggung jawab jabatan sebagai kaPolri pada periode berikutnya, maka saya akan melakukan program revitalisasi Polri yang terangkum dalam road map atau peta jalan, yang saya targetkan akan terealisasi pada masa jabatan saya sebagai kaPolri. Adapun kerangka Road Map tersebut terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Penguatan institusi (institution strengthening). Merupakan langkah penguatan institusional yang berkelanjutan dari seluruh kebijakan dan program yang telah dirintis dan berjalan selama ini, guna menjamin kesinambungan organisasi Polri dalam mencapai visi dan misinya.</li>
<li>Terobosan kreatif (creative breakthrough). Adalah program-program terobosan kreatif untuk lebih meningkatkan kinerja Polri secara signifikan agar dapat segera terlihat dan dirasakan secara nyata manfaatnya oleh masyarakat dan stakeholder lainnya.</li>
<li>Peningkatan integritas (integrity improvement). Merupakan peneguhan dedikasi dan loyalitas seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan perannya dengan sebaik-baiknya disertai peningkatan peran pengawasan guna memelihara akuntabilitas kinerja baik perorangan maupun organisasi. Bahwa ketiga kerangka road map revitalisasi Polri tersebut merupakan satu kesatuan yang saya yakini mampu merevitalisasi peran Polri untuk menjadikan Polri lebih melayani, proaktif, transparan dan akuntabel, sehingga lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat dan soliditas internal.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya dalam mengimplementasikan ketiga kerangka revitalisasi Polri tersebut di atas, telah ditetapkan sasaran revitalisasi Polri untuk mewujudkan pelayanan prima dengan indikator sebagai berikut:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">“Polri yang melayani”, adalah memberikan pelayanan kepolisian yang lebih cepat, lebih mudah, lebih baik dan lebih nyaman bagi masyarakat dengan memenuhi standar mutu pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat. Secara eksternal menjadikan Polri sebagai public service organization (pso), dan secara internal menerapkan budaya atasan melayani bawahan (servant leadership);</li>
<li style="text-align:justify;">“Polri yang proaktif”, adalah mengetahui secara dini kondisi yang apabila tidak segera mendapat respon berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, serta menjalin kerjasama yang sinergis dengan pemangku kepentingan untuk dapat mengatasi dengan solusi yang tepat. Secara eksternal diharapkan dapat meningkatkan kepekaan, responsif, inisiatif dan tegas mengatasi pelanggar hukum dan secara internal bertindak proaktif mencegah pelanggaran dan penyimpangan serta mengambil tindakan tegas terhadap personel Polri yang melanggar hukum.</li>
<li style="text-align:justify;">“Polri yang transparan”, adalah memberikan informasi yang diperlukan masyarakat secara proporsional. Secara eksternal dengan membuka akses informasi kepada pemangku kepentingan, dan secara internal bersikap terbuka, bersedia menerima komplin dan dapat memberikan respon yang baik;</li>
<li style="text-align:justify;">“Polri yang akuntabel”, adalah pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dengan selalu mengikuti kaidah hukum dan prosedur baku, serta bertindak sesuai norma dan etika. Secara eksternal melakukan penanganan perkara secara tegas dan tuntas, tidak diskriminatif, memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum, dan secara Internal menekankan agar personel Polri dalam mengemban tugas selalu dengan penuh rasa tanggung jawab;</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kerangka road map revitalisasi tersebut akan menjadi pedoman saya untuk mewujudkan Polri yang melayani, proaktif, transparan dan akuntabel serta mengimplemen-tasikan program revitalisasi, yang diikuti dengan pemenuhan kaidah taat hukum, taat prosedur dan taat etika, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat. Bapak/ibu anggota dewan yang saya muliakan, Penguatan yang berkesinambungan adalah merupakan ciri suatu organisasi yang baik, proses ini menunjukkan penguatan dan pengembangan secara terus menerus serta perbaikan yang tak kunjung usai sepanjang waktu. Banyak hal yang telah dilakukan dan dihasilkan namun saya memandang perlu dilakukan penguatan dan optimalisasi demi tercapainya tujuan organisasi Polri sesuai dengan harapan masyarakat. Rasanya kita sependapat perlunya mengembangkan budaya untuk melanjutkan upaya penguatan tersebut secara terus menerus guna mewujudkan implementasi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dalam kerangka road map revitalisasi Polri yang pertama “penguatan Polri secara berkelanjutan” terdapat 2 (dua) hal yang menjadi pokok program revitalisasi yaitu melanjutkan visi dan misi Polri, serta melakukan peningkatan kinerja melalui akselerasi program prioritas yang sedang berjalan. Selain penguatan institusi sebagai peneguhan langkah untuk mencapai visi dan misi Polri, aspek lain yang perlu diperkuat dan dioptimalkan adalah pelaksanaan program reformasi birokrasi Polri sebagaimana ketentuan peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan refor-masi birokrasi nomor 15 tahun 2008, terutama terhadap hal-hal yang sangat mendasar berkaitan dengan peningkatan kinerja yang diikuti dengan memacu perubahan budaya yang mencakup perubahan pola pikir (mind set), dan budaya kerja (culture set). Untuk mengatasi program-program yang stagnan di beberapa bidang, terutama bidang pelayanan, pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan institusi secara menyeluruh, diperlukan program terobosan kreatif untuk memecah kebuntuan dan kemandegan. Untuk itulah dalam kerangka road map revitalisasi Polri yang kedua “solusi inovatif untuk peningkatan kinerja” terdapat 4 (empat) hal yang menjadi pokok program revitalisasi yaitu program terobosan kreatif berupa; pengembangan infrastruktur pelayanan, penataan sistem manajemen berbasis kompetensi, penataan sistem manajemen kinerja, dan pengembangan informasi dan teknologi kepolisian. Sedangkan dalam kerangka road map revitalisasi Polri yang ketiga “peningkatan integritas”, saya menggagas pemikiran untuk melakukan penguatan integritas yang disertai peningkatan pengawasan ke dalam institusi Polri, hal ini dikarenakan selama ini pengawasan lebih banyak datang dan dilakukan oleh pihak eksternal, padahal secara esensi pengawasan yang paling hakiki adalah pengawasan yang dilakukan sejak dini oleh diri sendiri. Sehingga integritas pribadi menjadi benteng pertama dan terakhir untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Dengan penguatan integritas, maka pengawasan akan lebih mudah, demikian pula sebaliknya. Kerangka road map ketiga ini merupakan penyeimbang sekaligus pendorong keberhasilan road map pertama dan kedua, dimana perbaikan kesejahteraan harus disertai mekanisme pengawasan yang lebih baik dan akuntabel, dengan demikian akan tercipta keseimbangan antara reward and punishment. Untuk itulah saya akan mewajibkan semua anggota Polri menandatangani “kontrak kinerja”, serta pemberian penghargaan kepada personel Polri yang berintegritas terbaik, dan memberi sanksi tegas bagi yang melakukan pelanggaran. Sedangkan peningkatan pengawasan juga bertujuan untuk mewujudkan kepuasan publik serta kepuasan anggota Polri sendiri dan mewujudkan sinergi antara pengawasan internal dan eksternal dengan prinsip internal mendukung eksternal (ime) dan eksternal memanfaatkan internal (emi). Pelibatan peran pengawas eksternal dalam kemitraan yang harmonis akan mendorong tercapainya akuntabilitas Polri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak/ibu anggota dewan yang saya muliakan, Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa program quick wins Polri yang telah di launching oleh bapak presiden republik indonesia pada tanggal 30 januari 2009, yang meliputi 4 (empat) program unggulan yaitu; quick response patroli sabhara, transparansi penyidikan melalui sp2hp, transparansi pelayanan penerbitan sim, stnk, bpkb, dan transparansi rekrutmen personel Polri, tetap ditindaklanjuti dengan inovasi dan dikembangkan untuk lebih meningkatkan implementasinya. Untuk kedepan, saya merencanakan 10 (sepuluh) program prioritas yang dimaksudkan untuk mendorong terwujudnya pelayanan prima yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun kesepuluh program prioritas tersebut meliputi:</p>
<ol>
<li>Pengungkapan dan penyelesaian kasus-kasus menonjol;</li>
<li>Meningkatkan pemberantasan preman, kejahatan jalanan, perjudian, narkoba, illegal logging, illegal fishing, illegal mining, human trafficking dan korupsi;</li>
<li>Penguatan kemampuan densus 88 anti teror, melalui peningkatan kerjasama dengan satuan anti teror tni dan badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT);</li>
<li>Pembenahan kinerja reserse dengan program “keroyok reserse” melalui peningkatan kompetensi penyidik;</li>
<li>Implementasi struktur organisasi Polri yang baru;</li>
<li>Membangun kerja sama melalui sinergi polisional yang proaktif dalam rangka penegakan hukum dan ham;</li>
<li>Memacu perubahan mind set dan culture set Polri;</li>
<li>Menggelar sentra pelayanan kepolisian (SPK) di berbagai sentra kegiatan publik;</li>
<li>Mengembangkan layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE);</li>
<li>Membangun dan mengembangkan sistem informasi terpadu serta persiapan pengamanan pemilu 2014;</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Agar pelaksanaan 10 (sepuluh) program prioritas berjalan dengan efektif dan mencapai sasaran yang diinginkan, maka pelaksanaannya dibagi ke dalam pentahapan kurun waktu tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Pentahapan tersebut sesuai dengan tingkat prioritas berdasarkan tingkatan manfaat dan perhatian masyarakat. Pentahapan 10 (sepuluh) program prioritas tersebut dibagi dalam 4 (empat) periode waktu secara berlanjut dan berkesinambungan dengan rincian sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tahap kesatu, 100 hari pertama (November 2010 s/d Januari 2011) meliputi:</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"> - Pengungkapan dan penyelesaian kasus-kasus menonjol;</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"> - Meningkatkan pemberantasan terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat, yaitu preman, kejahatan jalanan, perjudian dan narkoba, serta kejahatan yang merugikan kekayaan negara yaitu illegal logging, illegal fishing, illegal mining, human trafficking dan korupsi;</p>
<p style="text-align:justify;">      2.  Tahap kedua, Februari-Desember 2011, meliputi:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Penguatan kemampuan densus 88 anti teror melalui peningkatan kerja sama dengan satuan anti teror TNI dan BNPT &#8211; Pembenahan reserse melalui program “keroyok reserse”</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Implementasi struktur organisasi Polri yg baru;</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Membangun kerja sama melalui sinergi polisional yang proaktif dalam rangka penegakan hukum &amp; ham.</p>
<p style="text-align:justify;">     3.  Tahap ketiga, Januari-Desember 2012, meliputi:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Memacu perubahan mind set dan culture set Polri;</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Menggelar SPK di berbagai sentra kegiatan publik;</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE);</p>
<p style="text-align:justify;">     4.  Tahap keempat, Januari-Desember 2013, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">- Membangun dan mengembangkan sistem informasi terpadu persiapan pengamanan pemilu 2014.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak/ibu anggota dewan yang saya muliakan, Saya menyadari bahwa komitmen kepemimpinan merupakan faktor yang penting di dalam menentukan perjalanan organisasi Polri kedepan. Komitmen adalah “janji hati untuk membawa kepemimpinan secara bersama-sama mencapai keberhasilan yang didambakan”. Bagi saya, komitmen terhadap Polri adalah sebuah janji kesetiaan hidup, di dalam mendedikasikan kepemimpinan bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karenanya, pada kesempatan ini dihadapan bapak/ibu anggota dewan yang terhormat, perkenankanlah saya untuk menyampaikan komitmen saya apabila mendapat kepercayaan dan amanah untuk melanjutkan kepemimpinan Polri mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa saya berjanji akan melaksanakan 10 (sepuluh) komitmen revitalisasi sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Menjunjung tinggi supremasi hukum dengan menegakkan hukum dan selalu bertindak sesuai dengan ketentuan hukum, memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum;</li>
<li>Memastikan penuntasan penanganan perkara yang memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum, serta diinformasikan penanganannya secara transparan kepada masyarakat;</li>
<li>Memberikan pelayanan publik yang lebih baik, lebih mudah, lebih cepat, lebih berkualitas, lebih nyaman dan memuaskan bagi masyarakat;</li>
<li>Membangun kerjasama dengan seluruh stakeholder dalam berbagai bidang yang terkait dengan tugas pokok, fungsi dan peran Polri, termasuk bentuk kerjasama dalam bidang keamanan, pelayanan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, serta pengawasan;</li>
<li>Menjaga integritas dengan bersikap menyalahgunakan wewenang, bertanggung jawab, transparan dan menjunjung tinggi ham, etika dan moral serta bersikap netral, jujur dan adil dalam penegakan hukum dan kegiatan politik;</li>
<li>Menunjukkan sikap kepemimpinan tauladan yang melayani dan memberdayakan bawahan;</li>
<li>Bekerja dengan hati, tulus ikhlas dalam tugas dan pengabdian serta mencurahkan segenap kemampuan, pemikiran, waktu dan tenaga untuk keberhasilan Polri;</li>
<li>Menerapkan prinsip reward and punishment dengan memberikan penghargaan terhadap anggota yang berprestasi serta memberi sanksi yang tegas bagi personel Polri yang melanggar hukum, kode etik dan disiplin Polri;</li>
<li>Menjamin keberlanjutan kebijakan dan program yang telah dilaksanakan oleh pejabat kaPolri sebelumnya, sebagaimana yang tertuang pada grand strategi Polri 2005-2025, rencana strategis Polri 2010-2014, reformasi birokrasi Polri, dan akselerasi transformasi Polri;</li>
<li>Taat asas dan berlaku adil, dengan bersikap dan berperilaku sesuai etika, prosedur, hukum dan ham yang dilandasi rasa keadilan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Saya menyadari bahwa seorang Kapolri adalah manusia biasa yang mempunyai banyak keterbatasan. Dengan semakin kompleksnya permasalahan di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, untuk itulah semakin pentingnya meningkatkan sinergi dan dukungan dari masyarakat dan seluruh stakeholder, terutama dukungan dari bapak/ibu anggota dewan yang terhormat. Demikianlah pokok-pokok pikiran yang dapat saya sampaikan dihadapan bapak/ibu anggota dewan yang terhormat pada uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kali ini, sebagai arah rencana yang akan saya lakukan dan komitmen yang akan saya wujudkan bilamana diberikan kepercayaan untuk mengemban amanah tugas mulia sebagai kaPolri. Secara pribadi sebagai manusia biasa, dengan tidak bermaksud berlindung pada segala keterbatasan diri saya, maka saya mengharapkan arahan, koreksi, dukungan bapak/ibu anggota dewan yang terhormat, dalam rangka menentukan pemimpin Polri yang akan membawa keberlangsungan perjalanan institusi kepolisian negara republik indonesia ke depan yang lebih baik sebagaimana harapan masyarakat, bangsa dan negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekian dan terima kasih,</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalamualaikum wr. Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=201&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/10/20/revitalisasi-polri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Perut Six-Pack</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/08/17/six-pack/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/08/17/six-pack/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 09:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Live Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki otot perut yang berkotak-kotak/six-pack adalah idaman hampir semua pria. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, perut yang berkotak juga sudah menjadi salah satu syarat fisik yang ingin dimiliki juga oleh wanita, atau setidaknya perut yang rata. Gaya hidup yang tidak sehat membuat bentuk perut menjadi circle-pack/ six-month istilah untuk mengejek seseorang lelaki yang mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=182&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/10/sixpack1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-183" title="six-pack" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/10/sixpack1.jpg?w=460" alt=""   /></a>Memiliki otot perut yang berkotak-kotak/six-pack adalah idaman hampir semua pria. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, perut yang berkotak juga sudah menjadi salah satu syarat fisik yang ingin dimiliki juga oleh wanita, atau setidaknya perut yang rata. Gaya hidup yang tidak sehat membuat bentuk perut menjadi circle-pack/ six-month istilah untuk mengejek seseorang lelaki yang mempunyai bentuk perut yang bulat menyerupai kehamilan wanita di bulan ke-6.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mendapatkan Perut Six-Pack</strong><strong><br />
</strong>Perut yang berkotak atau lebih sering kita kenal dengan nama <strong>six-pack abs </strong>memiliki tempat tersendiri dalam kacamata dunia kebugaran. Meskipun biceps yang menonjol atau otot dada yang bidang dan tebal sering maupun latihan-latihan yang ditujukan untuk kedua jenis otot tersebut sering mendapatkan jatah tinta yang lebih banyak dalam ulasan di majalah kebugaran. Perut berkotak justru menjadi penutup atau finale yang melengkapi sebuah fisik yang terbentuk.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa Six-Pack Lebih Sulit Diraih?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alasan pertama adalah mengenai kecenderungan biologis tubuh manusia dalam menyimpan lemak</strong>.<br />
Ternyata tubuh manusia memiliki kecenderungan untuk menyimpan lemak paling banyak di daerah perut. Tubuh manusia memiliki kantong-kantong penyimpanan lemak yang lebih besar di daerah tersebut dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain. Tambahkan kenyataan ini dengan kecenderungan genetik dari kebanyakan orang untuk menyimpan timbunan lemak di perut sebelum tubuh menyimpannya di tempat yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alasan kedua, dengan banyaknya kapasitas penimbunan lemak pada perut, hal ini juga berarti tantangan untuk memiliki otot perut yang terlihat jelas menjadi lebih besar pula</strong>.<br />
Seseorang bisa memiliki forearms yang berotot dan cukup vaskular (terlihat urat-urat yang menonjol) sebagai tanda komposisi lemak pada daerah tersebut yang rendah. Tetapi orang yang sama mungkin masih harus bekerja lebih keras untuk menurunkan kadar lemaknya ke tingkat yang lebih rendah lagi agar otot perutnya bisa terlihat berotot seperti forearms-nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alasan ketiga, walaupun ada tantangan yang lebih besar seperti yang diuraikan pada alasan nomor dua, kita tidak bisa menghilangkan lemak hanya pada satu bagian tubuh tertentu saja, dalam hal ini bagian perut.</strong><br />
Hingga kini, menghilangkan lemak hanya pada bagian tubuh tertentu atau lebih sering dikenal dengan istilah spot-reduction hanya merupakan suatu teori yang tak pernah terbuktikan. Hingga saat ini, tidak pernah ada satupun ilmuwan dunia yang bisa menemukan kebenaran dari teori spot-reduction ini melalui jenis diet atau latihan apapun. Satu-satunya cara yang dikenal untuk spot-reduction adalah melalui prosedur yang sangat menyakitkan, sangat mahal harganya, dengan risiko ancaman kesehatan yang cukup besar pula yakni operasi sedot lemak (liposuction).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan perut six-pack yang diidamkan ada rumusan yaitu <strong>3 x 3 = 6</strong>. Ada empat elemen yang bisa didapat dari rumusan tersebut. Elemen pertama adalah angka 3 yang pertama, yang melambangkan 3 faktor utama fitnes: aktivitas fisik, pengaturan pola makan, dan istirahat. Elemen kedua adalah tentunya angka 3 yang kedua, yang berarti 3 latihan spesifik otot perut yang perlu dilakukan. Elemen ketiga adalah angka 3 yang ketiga, yang artinya 3 tips untuk masing-masing elemen gaya hidup fitnes. Dan elemen terakhir adalah angka 6 yang artinya six-pack sekaligus untuk menggambarkan juga bahwa mendapatkan perut berkotak-kotak tidaklah mudah dan butuh pengorbanan yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Elemen 3 Yang Kedua &#8211; Tiga Latihan Perut</strong><strong><br />
</strong>Dalam menjalankan pola berlatih selama ini, saya menemukan tiga jenis latihan otot perut yang termasuk paling efektif. Tiga jenis latihan otot perut inilah yang paling sering digunakan  untuk mengasah bentuk dan kekuatan otot perut yang baik. Untuk hasil maksimal dan memungkinkan untuk melakukan sesuai dengan volume (skema set dan repetisi) yang saya uraikan di bawah, orang <strong>perlu mendedikasikan 1 hari khusus untuk melatih otot perut ini.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">- <strong><em>Hanging Leg Raises</em></strong><em><br />
</em>Sesuai dengan prinsip latihan prioritas (<em>priority training principle</em>), lakukanlah latihan yang terberat dan paling efektif pada urutan pertama suatu sesi latihan, karena di saat tersebutlah otot dalam kondisi yang belum lelah. Hanging leg raises menurut sebagian orang memberikan target tekanan pada otot perut bagian bawah. Namun secara keseluruhan, berdasarkan pengalaman dan terbukti dari tes EMG (electromyography &#8211; tes yang mengukur tingkat kontraksi otot melalui sinyal listrik) latihan ini memberikan kontraksi terbesar pada semua bagian otot perut. <strong>Lakukan 3 set x 20 repetisi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">- <em><strong>Decline Sit-Up / Crunch</strong></em><br />
Sit-up atau crunch dengan menggunakan bangku decline memberikan tantangan dan tekanan yang lebih besar daripada Sit-up atau crunch biasa. Hal ini dikarenakan tidak ada atau minimnya penyangga punggung saat melakukan gerakan negatif (turun) sehingga lebih sulit bagi perut untuk melakukan gerakan positif (naik). <strong>Lakukan 3 x 20 repetisi</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">- <em><strong>Machine Crunch</strong></em><strong><em><br />
</em></strong>Gerakan ini memberikan tekanan maksimal pada otot perut tanpa membebani punggung bagian bawah. Kenyamanan inilah yang memungkinkan untuk memberikan fokus lebih pada tehnik gerakan yang benar agar tekanan dan kontraksi menjadi lebih kuat. Karena dirancang dengan pertimbangan biomekanik yang pintar, maka gerakan ini juga memungkinkan untuk mengaplikasikan kontraksi puncak (peak contraction). Mesin latihan perut ini mungkin tidak tersedia di semua pusat kebugaran, dan sebagai alternatif yang tak kalah baik adalah: <em><strong>ball crunchrope crunch</strong></em> pada mesin triceps pushdown. <strong>Lakukan sebanyak 3 x 20 repetisi </strong>(dengan kaki merapat untuk faktor kesulitan yang lebih tinggi) atau</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Elemen 3 Yang Ketiga</strong><br />
Berhubung 3 elemen pertama sudah disebutkan pada pembahasan di atas, maka saya akan langsung menuju pada elemen 3 yang kedua, yaitu 3 tips dalam melaksanakan masing-masing faktor utama gaya hidup fitnes:</p>
<p><strong> Aktivitas fisik:</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Berlatihlah beban pada otot-otot utama tubuh</strong><br />
Melatih otot utama tubuh seperti dada, punggung, bahu, paha, lengan, dan betis juga memberikan kontribusi signifikan untuk perut yang lebih langsing. Selain meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan untuk waktu yang cukup lama, latihan fisik untuk otot-otot tubuh yang lain juga sangat penting untuk membangun kekuatan otot perut dalam menjalankan latihan-latihan spesifik.</li>
<li><strong>Lakukan cardio/aktivitas aerobik</strong><strong><br />
</strong>Latihan cardio adalah satu-satunya latihan yang memungkinkan fitnesmania untuk membakar lemak dan merangsang mitokondria (dapur pembakar lemak dalam tubuh) untuk menjadi lebih besar dan meningkat dalam kapasitas.</li>
<li><strong>Latihlah otot perut secara spesifik</strong><strong><br />
</strong>Definisi atau garis-garis otot perut yang jelas tentunya tidak akan lengkap tanpa tonjolan-tonjolan otot perut itu sendiri. Dan satu-satunya cara untuk merangsang pertumbuhan otot perut secara maksimal adalah dengan melatihnya secara langsung dan khusus.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;"><strong> </strong></span></strong></p>
<p><strong><strong> </strong></strong></p>
<p><strong><strong> </strong></strong></p>
<p><strong><strong></p>
<ol style="display:inline!important;">
<li style="display:inline!important;"><span style="font-weight:normal;"><strong>Pengaturan pola makan:</strong></span></li>
</ol>
<p></strong></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Konsumsikan kalori yang lebih sedikit daripada kalori yang keluar</strong><strong><br />
</strong>Membakar lemak menuntut kita semua untuk masuk dalam kondisi defisit kalori, di mana energi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman lebih sedikit daripada energi yang keluar dari tubuh melalui aktivitas fisik. Prinsip ini sangat penting untuk memastikan terpakainya cadangan energi lemak dalam tubuh.</li>
<li><strong>Ketahui komposisi dan</strong><strong> </strong><em><strong>timing</strong></em><strong> </strong><strong>makan yang baik.</strong><strong><br />
</strong>Tanpa perlu berbasa-basi lagi, pastikan fitnesmania mengkonsumsi setidaknya 2 gram protein per kilogram berat badan per hari, 3 gram karbohidrat rendah indeks glikemi per kilogram berat badan per hari, dan 0,4 gram lemak esensial per kilogram berat badan per hari.</li>
<li><strong>Pastikan penyajian makanan yang sehat dan optimal</strong><br />
Hindari cara memasak dengan menggoreng ataupun tambahan minyak atau mentega apabila tidak perlu. Resep-resep masakan umum Indonesia yang kaya rempah dan bumbu masih bisa dimasak dengan varian yang rendah lemak dan rendah garam.</li>
</ul>
<p><strong> Istirahat:</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Pastikan istirahat yang cukup</strong><strong><br />
</strong>Dalam beberapa literatur ditemukan, orang yang tidak mendapatkan istirahat cukup lebih memiliki kecenderungan makan berlebihan saat tidak tidur (beraktivitas di pagi, siang, dan sore hari). Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, tubuh dan otak akan lebih optimal dalam bekerja maupun berlatih.</li>
<li><strong>Hindari tidur terlalu malam</strong><strong><br />
</strong>Menurut para pakar yang meneliti sindrom tidur malam pada beberapa kelompok individu, disimpulkan untuk setiap jam seseorang melewati jam tidurnya ia akan mengkonsumsi 118 kalori tambahan. Dan apabila hal ini dilakukan selama 1 bulan saja, makan sudah terjadi penambahan asupan kalori sebanyak 3540 kalori atau sama dengan setengah kilo lemak dalam tubuh.</li>
<li><strong>Pastikan jadwal istirahat yang konsisten</strong><strong><br />
</strong>Jadwal tidur yang konsisten memiliki dampak yang sangat besar dalam memiliki konsistensi aktivitas sepanjang hari. Tidur dan bangun pada waktu yang konsisten akan membuat pengaturan waktu menjadi lebih mudah. Salah satu contoh adalah keteraturan untuk sarapan. Sarapan juga ternyata berperan dalam mencegah melambatnya metabolisme dan menghindari kebiasaan makan yang berlebihan (<em>bingeing</em>) pada meal berikutnya.</li>
</ul>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><strong>Elemen Terakhir</strong><strong><br />
</strong>Hasil angka 6 memang tampaknya sangat tidak sepadan dengan hasil perkalian dari 3 x 3 x 3 yang seharusnya adalah 27. Tapi ini hanya lebih merupakan ilustrasi mengenai sulitnya memiliki <em>six-pack</em> yang tajam dan inspirasional, bahwa diperlukan usaha yang keras sekaligus pintar. Usaha besar berarti berani untuk mengerahkan kemampuan diri ke batas maksimal. Menantang rasa sakit (pegal) latihan yang ditimbulkan akibat kualitas latihan yang tinggi. Dan menantang diri sendiri untuk selalu lebih baik pada sesi latihan yang berikutnya. Usaha yang pintar berarti senantiasa belajar dan mencari informasi ilmiah mengenai cara latihan, diet, dan istirahat yang baik. Tak lupa mengaplikasikan tehnik dan informasi yang telah didapat dengan konsisten dalam suatu program yang terstruktur, dan akhirnya melakukan evaluasi hasil latihan dan diet secara berkala.</li>
<li style="text-align:justify;">Bagi fitnesmania yang memiliki mental berpikir (mindset) yang positif, rumusan di atas justru akan menjadi tantangan yang memotivasi dirinya untuk memunculkan otot perut berkotak enam miliknya. Ia sadar bahwa tidak semua orang bisa memilikinya, dan hanya orang-orang yang rajin, disiplin, dan berani melalui rasa sakit melewati batas kesakitanlah yang akan mencuat sebagai orang yang dikagumi orang-orang di sekitarnya. Ia pantang menyerah pada mediokritas (berada di tengah-tengah, atau sedang-sedang saja) dan ia ingin bergabung dengan kelompok &#8220;ujung gunung es&#8221; yang mencuat keluar dari permukaan laut.</li>
<li style="text-align:justify;">Dalam mendapatkan hasil yang besar, tidak semua orang bersedia melakukan pengorbanan besar. Prinsip ekonomi yang berbunyi &#8220;Mendapatkan yang sebanyak-banyaknya dengan pengorbanan sekecil mungkin&#8221; secara ironis tidak bisa diaplikasikan di sini, namun justru merupakan jalur yang ditempuh oleh lebih banyak orang. Itulah sebabnya hanya segelintir orang yang bersredia melakukan pengorbanan besarlah yang akan mendapatkan hasilnya.</li>
<li style="text-align:justify;">Pengorbanan besar tersebut bisa saja sebesar yang kita kira, bisa pula tak sebesar yang kita kira, atau bahkan mungkin lebih besar dari yang kita kira. Semua itu pada akhirnya tidak akan menjadi masalah apabila kita mengetahui seberapa besar tekad kita untuk mewujudkannya. Semakin besar tekad untuk mendapatkan perut berkotak-kotak, semakin kecil pula persepsi kita terhadap pengorbanan yang perlu dilakukan.</li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Konklusi</strong><br />
Memiliki perut six-pack mungkin memang bukanlah segalanya, namun bukan berarti Anda tidak perlu memiliki aspirasi untuk memilikinya. Perut berkotak-kotak hanya bisa dicapai oleh mereka yang bersedia menjalankan gaya hidup fitnes secara disiplin. Mudah? Tentu saja tidak. Karena kalau mudah, maka perut six-pack sudah tidak menarik untuk dimiliki dan semua orang sudah memilikinya tanpa harus berjuang berat dan pintar untuk bisa segera mendapatkan hasil yang sepadan. (sumber: Rai Institute)</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=182&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/08/17/six-pack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/10/sixpack1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">six-pack</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Parsial-The Next TB 1</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/07/30/analisis-parsial-the-next-tb-1/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/07/30/analisis-parsial-the-next-tb-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 00:47:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Seiring akan berakhirnya masa tugas Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri pada bulan Oktober 2010, semakin banyak berita siapa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Polri kedepan. Wacana ini masih terus digulirkan karena posisi Kapolri adalah posisi yang sangat strategis sebagai kepanjangan tangan langsung dibawah Presiden. Di dalam Mabes Polri sendiri beredar beberapa nama calon Kapolri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=165&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/07/kapolri.jpg"><img class="size-medium wp-image-172 alignleft" title="kapolri" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/07/kapolri.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a>Seiring akan berakhirnya masa tugas Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri pada bulan Oktober 2010, semakin banyak berita siapa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Polri kedepan. Wacana ini masih terus digulirkan karena posisi Kapolri adalah posisi yang sangat strategis sebagai kepanjangan tangan langsung dibawah Presiden. Di dalam Mabes Polri sendiri beredar beberapa nama calon Kapolri baik yang berasal dari bintang 3 (Komisaris Jenderal Polisi) dan tidak menutup kemungkinan berasal dari bintang 2 (Inspektur Jenderal Polisi) walaupun secara hierarki jelas bintang 3 mempunyai kans lebih. Setidaknya ada tujuh nama calon Kapolri yang dikabarkan akan menjadi Kapolri, dari pati bintang 3 adalah Wakapolri Komjen Yusuf Manggabarani, Irwasum Polri Komjen Nanan Sukarna, KabareskrimPolri Komjen Ito Sumadi, sedangkan dari pati bintang 2 ada Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo, Kapolda Sumut Irjen Oegro Seno dan Irjen Pratikny. Dari sejumlah nama yang beredar tersebut sesuai mekanisme pencalonan Kapolri, akan dipilih satu orang oleh Kapolri lama yang akan diajukan kepada Presiden selanjutnya akan menjalani fit n profer test dengan Komisi III DPR-RI. Walaupun Wakapolri Komjen Yusuf Manggabarani dengan julukan &#8216;Big Mango&#8217; termasuk dalam daftar nominasi calon Kapolri, kans beliau paling kecil diantara kandidat lainnya karena sebentarlagi akan segera memasuki masa pensiun, yang notabene selama ini pengganti Kapolri adalah dari perwira tinggi (pati) Polri yang masih mempunyai masa kerja paling tidak 2 tahun untuk kelanjutan dan meneruskan kebijakan Kapolri sebelumnya, walaupun demikian tidak menutup kemungkinan karena di dalam institusi Polri dikenal adanya perpanjangan dinas aktif (PDA) ketika anggota Polri memang sangat dibutuhkan oleh institusinya. Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumadi, pati bintang 3 ini namanya mulai di dengar oleh publik sejak menggantikan posisi Kabareskrim lama Komjen Susno Duaji, sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumsel dan Koordinator Staf Ahli (Sahli) Kapolri. Keduanya baik Susno maupun Ito berasal dari satu alumni Akpol angkatan 77 Tetapi belakangan ini terdengar desas-desus bahwa Pak Ito Sumadi akan dimutasi menjadi anggota Dewan Pertahanan Nasional yang tentu saja bukan sebuah posisi trategis jika akan dicalonkan menjadi Kapolri lain halnya jika beliau tetap menjadi Kabareskrim Polri. Masih dari jajaran pati bintang 3, Komjen Nanan Sukarna yang kini menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri adalah peraih Adi Makayasa Akpol angkatan 78 yang berarti adalah terbaik diangkatannya. Riwayat karirnya sempat tercoreng saat menjabat sebagai Kapolda Sumut dimana terjadi demonstrasi besar-besaran di Kantor DPR yang mengakibatkan menginggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat, yang kemudian atas desakan masyarakat dicopot dari jabatannya karena dianggap paling bertanggung jawab atas kasus ini dan ditarik menjadi pati pada Mabes Polri. Tetapi tidak lama kemudian beliau langsung mengisi jabatan sebagai Kadiv Humas Mabes Polri yang ditinggalkan oleh Irjen Abu Bakar Nataprawira. Saat menjadi KadivHumas Polri Nanan dianggap sukses dalam menjalankan tugasnnya sebagai penghubung antara Polri dan Masyarakat, ini tak lepas dari gaya komunikasi massa yang sangat efektif. Saat ini Nanan menduduki jabatan Irwasum Polri menggantikan Yusuf Manggabarani yang menjadi Wakapolri. Nanan dikenal sangat dekat dengan mantan Wakapolri Makbul Padmanegara.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dari glolongan pati bintang 2 yang di akan dicalonkan menjadi Kapolri Irjen Trimur Pradopo, Irjen Oegro Seno, Irjen Pratiknyo. Jika salah satu dari ketiganya maju maka bisa dipastikan akan menggantikan posisi Kababinkam (bintang 3) yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Ya Komjen Iman Haryatna akan segera pensiun, yang berarti dari ketiga pati bintang 2 yang menggantikan Iman Haryatna lah yang semakin kuat untuk memperebutkan posisi TB-1 sebutan untuk Kapolri. Jika melihat dari riwayat karier penugasan beberapa tahun belakangan, saat ini ketiga nya menjabat sebagai Kapolda dengan kategori Polda tipe A. Timur Pradopo sekarang sebagai Kapolda Metro Jaya terkenal orang sebagai figur yang tenang dan tegas dalam mengambil keputusan. Mempunyai garis komando yang sangat kuat terbukti pernah menjabat sebagai Kapolda Banten dilanjutkan Jawa Barat dan terakhir Polda Metro Jaya. Oegro Seno yang merupakan Kapolda Sumut sebelumnya Kadiv Propam Polri adalah figur yang tegas dalam mengambil keputusan, berani bersebrangan dengan pimpinan jika perintah pimpinan menyimpang. Kasus yang paling mencolok ketika menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, saat itu Kapolri memerintahkan agar menembak mati Tibo cs, tetapi Oegro Seno tidak melakukan perintah tersebut karena dirasa kurang tepat. Low profile dan mampu mengayomi anak buah, saat menjadi Kadiv Propam saat jendral bintang 1 jika dari mabes barat menuju mabes timur yang hanya dipisahkan oleh jalan enggan untuk berjalan kaki dan memilih menggunakan mobil fasilitas dinas, lain halnya dengan Irjen Oegro Seno dengan berjalan gagah tidak malu jalan dengan personel lainnya yang jauh tingkat kepangkatannya. Kedua Jenderal ini adalah alumni Akpol 77 satu lifting dengan Irwasum Polri Komjen Nanan Soekarna. Sedangkan Irjen Pratiknyo saat ini menjabat Kapolda Jatim sangat jarang diekspos media sehingga kurang familiar, sebelum menjabat Kapolda sebagai Wakabaintelkam Polri.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-173 alignleft" title="oegro seno" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/07/oegro-seno.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" />Ada beberapa aspek yang perlu kita lihat, dan dari berbagai sudut pandang. Sebagaimana pencalonan pemimpin negeri ini banyak pihak yang berkepentingan dan nilai-nilai politis. Tak lain karena jabatan Kapolri adalah jabatan yang sangat strategis karena merupakan institusi yang dibawah langsung kendali Presiden sejak memisahkan diri dari TNI. Reformasi Birokrasi dan Kelanjutan dari Renstra Polri yang sudah berjalan pada fase Partnership Building tidak akan berjalan jika tidak ada kesinambungan. Yang tentu saja ini akan mengalami proses panjang karena akan di olah lagi oleh Dewan jabatan dan kepangkatan perwira tinggi (Wanjakti).</p>
<p style="text-align:justify;">Rivalitas dalam suksesi kepemimpinan di TNI-Polri adalah hal yang wajar. Persaingan tak hanya terbatas antar angkatan tetapi dalam satu angkatan. Masing-masing kandidat akan menggalang dukungan baik dari Kapolri yang akan digantikan, pejabat utama Mabes Polri, dari teman satu angkatan maupun juniornya di Akademi Kepolisian sehingga kans, popularitas serta pamornya naik. Tidak Kallah penting  dukungan dari Presiden dan DPR khususnya Komisi III wajib dikantongi. Jika kemungkinan calon yang diajukan oleh Kapolri kepada Presiden hanya satu orang tentu saja hal ini tetap menarik. Kapolri akan memilih 1 dari kandidat yang dipastikan masih dalam &#8216;jalurnya&#8217; dan sesuai dengan &#8216;selera&#8217; Presiden SBY. Jadi jenderal Polisi yang satu tipe dengan SBY lah yang akan diajukan ke Komisi III. Dapat ditebak Inspektur Jenderal Oegro Seno yang paling mendekati kepemimpinan SBY. Banyak kemiripan antara SBY dan Oegro Seno. Sama-sama dari suku Jawa walaupun bukan isue yang menonjol. Kepribadian yang kalem namun tegas, sosok yang berwibawa, sama-sama berdedikasi pada institusinya. Berani berseberangan arus dengan pimpinan jika perintah pimpinan salah. Kita tunggu saja apakah Irjen Polisi Oegro Seno yang akan menduduki posisi TB-1. Sekali lagi ini adalah analisi parsial&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=165&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/07/30/analisis-parsial-the-next-tb-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/07/kapolri.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kapolri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/07/oegro-seno.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">oegro seno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melanjutkan Study ke Luar Negeri</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/17/melanjutkan-study-ke-luar-negeri/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/17/melanjutkan-study-ke-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 07:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tahun akhir, biasanya mahasiswa akan mengambil keputusan akan bekerja atau melanjutkan ke jenjang berikutnya (S2). Banyak pilihan bagi mereka yang mempunyai cukup uang untuk melanjutkan study. Tidak hanya di dalam negeri, study ke luar negeri pun semakin diminati. Selain karena gengsi dangan pamor bahwa melanjutkan ke luar negeri akan menambah pergaulan dengan dunia luar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=141&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/harvard.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-147" title="mahasiswa harvard" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/harvard.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Memasuki tahun akhir, biasanya mahasiswa akan mengambil keputusan akan bekerja atau melanjutkan ke jenjang berikutnya (S2). Banyak pilihan bagi mereka yang mempunyai cukup uang untuk melanjutkan study. Tidak hanya di dalam negeri, study ke luar negeri pun semakin diminati. Selain karena gengsi dangan pamor bahwa melanjutkan ke luar negeri akan menambah pergaulan dengan dunia luar yang semakin mengglobal, prospek terhadap lulusan dan orientasi terhadap pekerjaan kelak akan semakin luas. Untuk mencapai semuanya itu kita perlu mempersiapkan sejak dini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Langkah – langkah penting untuk Belajar di luar negeri :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">1. Mempersiapkan kemampuan bahasa sejak awal</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">Ini merupakan factor terpenting mengingat penguasaan bahasa yang baik merupakan modal utama untuk sukses belajar di luar negeri. Persyaratan ini harus mutlak dipenuhi dimanapun kita akan menuntut ilmu. Rata – rata untuk program beasiswa di Eropa menggunakan pengantar bahasa Inggris, kecuali perguruan tinggi yang bersangkutan menetapkan bahwa bahasa yang dipakai adalah bahasa Negara tersebut. Seperti beberapa universitas di Perancis mungkin karena mempunyai nasionalisme yang tinggi, mereka tetap memakai bahasa Prancis.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">2. Mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan :</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sistem pendidikan di Negara tujuan.</li>
<li>Bidang studi yang diminati.</li>
<li>Durasi /lama pendidikan</li>
<li>Persyaratan masuk</li>
<li>Biaya pendidikan.</li>
<li>Biaya hidup (akomodasi, transportasi</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">3. Informasi dapat diperoleh dari website institusi yang bersangkutan, seminar/ pameran yang diadakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Melengkapi persyaratan – persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Menerima Surat Penawaran dari Institusi yang dituju</p>
<p style="text-align:justify;">6. Melakukan pembayaran biaya uang sekolah dan atau biaya lainnya yang diperlukan</p>
<p style="text-align:justify;">7. Menerima tanda bukti pembayaran beserta surat untuk permohonan visa pelajar</p>
<p style="text-align:justify;">8. Pengurusan visa pelajar di kedutaan besar Negara yang bersangkutan di Jakarta dengan melengkapi persyaratan permohonan visa sesuai permintaan dari Negara tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">9. Mendapatkan visa pelajar yang diperlukan</p>
<p style="text-align:justify;">10. Pengurusan Tiket Pesawat</p>
<p style="text-align:justify;">11. Mengikuti pengarahan sebelum keberangkatan ke Negara tujuan</p>
<p style="text-align:justify;">12. Berangkat ke negara tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jenis – jenis Akomodasi yang tersedia di Negara Tujuan :<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Akomodasi atau tempat tinggal nantinya di Negara tujuan belajar adalah salah satu hal yang paling penting dan harus diurus sebelum keberangkatan untuk mendapatkan akomodasi yang sesuai dengan<a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/tudeft.jpeg"><img class="alignright size-medium wp-image-148" title="TUdeft" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/tudeft.jpeg?w=270&#038;h=197" alt="" width="270" height="197" /></a>keinginan dan kebutuhan. Karena keterbatasan jumlah akomodasi yang tersedia, terkadang mungkin harus mempertimbangkan beberapa pilihan yang lain, dan tidak perlu khawatir karena setiap institusi menyediakan petugas yang khusus membantu melayani permintaan akomodasi oleh mahasiswa/I nya.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<div><strong>Asrama<br />
</strong></div>
<p>Setiap perguruan tinggi di luar negeri umumnya memiliki fasilitas asrama sekkolah untuk mahasiswa/I yang belajar di institusi tersebut. Asrama sekolah biasanya terletak di dalam kampus atau pada jarak yang tidak terlalu jauh dari kampus sehingga akomodasi ini menjadi pilihan utama. Namun biasanya mempunyai daya tamping yang terbatas &#8220;first in first served&#8221; yakni yang datang terlebih dahulu akan diutamakan dan diprioritaskan untuk mahasiswa/I yang memerlukan perhatian khusus. Fasilitas yang disediakan asrama juga bermacam – macam tergantung permintaan dan sesuai dengan harga/biaya sewa kamar. Jika berencana untuk tinggal diasrama, ajukan aplikasi dari jauh – jauh hari dan sebaiknya untuk menyiapkan backup plan pilihan akomodasi lain . Kelebihan tinggal di asrama akan banyak berinteraksi dengan senior sehingga dapat memberikan tutorial dan bimbingan belajar.</li>
<li>
<div><strong>Sewa rumah atau Apartemen<br />
</strong></div>
<p>Ada yang berpendapat bahwa share accommodation atau patungan untuk sewa rumah /apartemen jatuhnya akan lebih murah. Jenis share accommodation yang tersedia sangatlah beraneka ragam sehingga cukup banyak perencanaan dan perhitungan yang harus dilakukan baik sebelum bertinadk hingga tahu pasti baudget yang akan dikeluarkan. Yang harus diperhatikan apakah rumah/apartemen yang disewakan  berikut dengan perabotan lengkap (fully furnished) atau perabotan terbataas (partly furnished) atau kosong (unfurnished).</p>
<p>Pertimbangan lain adalah keadaan tempat tinggal yang akan kita sewa, lingkungannya serta jarak tempuh ke kampus. Sehingga Sharemate yang garis besar memiliki sifat atau gaya hidup yang sesuai sehingga tercipta suasana tinggal yang aman dan nyaman.</li>
<li>
<div><strong>Homestay<br />
</strong></div>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya adalah tinggal bersama dengan keluarga local yang bersangkutan. Dapat memilih homestay yang berikut makan (fullboard) atau bisa memilih untuk tempat tinggal saja. Mahasiswa akan tinggal (homestay) di keluarga – keluarga yang sudah diperiksa dan telah memenuhi criteria tertentu dari institusi atau agen homestay yang bersangkutan untuk menerima pelajar asing dengan kontrak singkat umumnya antara 4 s.d 8 minggu dan bisa diperpanjang jika menghendaki.</p>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sumber : IKPII</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=141&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/17/melanjutkan-study-ke-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/harvard.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mahasiswa harvard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/tudeft.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">TUdeft</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>May Day oh&#8230; My Day</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/may-day-oh-my-day/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/may-day-oh-my-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 07:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai hari Buruh Internasional sebagai hari perlawanan seluh buruh di dunia, Pada momen ini selalu digunakan oleh asosiasi, serikat buruh, LSM maupun Mahasiswa untuk melakukan kegiatan unjuk rasa/ demonstrasi. Mereka menyuarakan aspirasi buruh dan menuntut hak-hak mereka agar didengar dan dipenuhi pemerintah. Nasib buruh dirasa tidak menentu dengan keadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=120&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/may-day.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-121" title="may-day" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/may-day.jpg?w=273&#038;h=300" alt="" width="273" height="300" /></a>Setiap tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai hari Buruh Internasional sebagai hari perlawanan seluh buruh di dunia, Pada momen ini selalu digunakan oleh asosiasi, serikat buruh, LSM maupun Mahasiswa untuk melakukan kegiatan unjuk rasa/ demonstrasi. Mereka menyuarakan aspirasi buruh dan menuntut hak-hak mereka agar didengar dan dipenuhi pemerintah. Nasib buruh dirasa tidak menentu dengan keadaan ekonomi saat ini, adanya sistem kerja kontrak yang diada saat ini dinilai sangat merugikan buruh dan sangat menguntungkan/pro pengusaha. Unjuk rasapun seringkali di pakai oleh kalangan elit politik sehingga muatan unjuk rasa tidak hanya masalah perburuhan tetapi isu-isu politik yang ditonjolkan. Di Indonesia sendiri Hari Buruh diperingati mulai tahun 1920. Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak tragedi G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori &#8220;membahayakan ketertiban umum&#8221;. Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi oleh gerakan komunis.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika tidak ada May Day, mungkin buruh tidak akan pernah punya libur dalam tujuh hari kerja. Bisa jadi pula buruh harus menghabiskan 20 dari 24 jam dalam sehari untuk bekerja. Itu semua tinggal cerita setelah mereka memiliki Hari Buruh. Buruh selalu memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Di tanggal serupa, seluruh dunia serempak memperingati May Day. Aksi buruh pun identik dengan unjuk rasa. Di Manila, Filipina, ribuan buruh turun ke jalan. Mereka menuntut keselamatan kerja di tengah kenaikan harga pangan dan bahan bakar. Aksi dan tuntutan serupa terjadi pula di Eropa dan Amerika. Begitu pula buruh di Rusia, Bosnia, Irak, Timur Tengah, dan Hongkong. Ini merupakan lanjutan perjuangan buruh sejak awal abad 19. Kala itu perkembangan industri di Eropa Barat dan Amerika Serikat mengorbankan hak kaum buruh. Dengan bekerja hingga 20 jam sehari buruh diupah minim. Belum lagi perlakuan buruk dari perusahaan kepada para buruh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah Hari Buruh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penetapan tanggal 1 Mei ini, erat kaitannya dengan perjuangan buruh menuntut diberlakukannya 8 jam kerja sehari, serta tragedi Haymarket di Chicago, Amerika Serikat.Pada tanggal 1 Mei 1886 sebanyak 350.000 orang buruh melakukan mogok massal di beberapa tempat di AS. Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja ini menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, kesejahteraan buruh sangat memprihatinkan. Mereka dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari. Aksi ini terus berlanjut. Pada tanggal 3 Mei 1886, pemerintah mengirim sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Hal ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh.</p>
<p>Puncaknya terjadi tanggal 4 Mei, aksi buruh dipusatkan di lapangan Haymart. Aksi yang diikuti puluhan ribu buruh ini awalnya berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh yang masih bertahan. Banyak yang terluka dan tewas.</p>
<p>Meskipun tidak jelas siapa yang meledakan bom, pemerintah melakukan tindakan keras pada para aktivis buruh. Lokasi pertemuan mereka digrebek. Hampir semua tokoh buruh ditangkap. Pengadilan berjalan berat sebelah. 8 Orang pimpinan buruh dijatuhi hukuman gantung. August Spies, Albert Parsons, Adolph Fischer dan George Engel, tewas di tiang gantungan. Sedangkan Louis Lingg bunuh diri saat dalam penjara. Hukuman untuk Michael Schwab, Samuel Fielden dan Oscar Nebe diganti menjadi hukuman penjara seumur hidup. Masyarakat marah atas hasil pengadilan tersebut. Mereka menuduh pengadilan AS korup dan memihak kaum pengusaha. Aksi mendesak pemerintah untuk membebaskan para aktivis buruh yang ditahan terus berlangsung. Akhirnya tahun 1893, 3 orang aktivis buruh tersebut dibebaskan. Tanggal 1 Mei sebagai momentum pergerakan perjuangan buruh pun akhirnya ditetapkan sebagai hari buruh dalam Kongres Internasional Buruh di Paris tahun 1890. 1 Mei pun kemudian populer dengan sebutan <strong>may day.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Sumber :</p>
<p><a href="http://www.detiknews.com/read/2010/05/01/055935/1348985/10/sejarah-hari-buruh-1-mei">http://www.detiknews.com/read/2010/05/01/055935/1348985/10/sejarah-hari-buruh-1-mei</a></p>
<p><a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/04/30/104407/Inilah-Sejarah-Hari-Buruh/112">http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/04/30/104407/Inilah-Sejarah-Hari-Buruh/112</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=120&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/may-day-oh-my-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/may-day.jpg?w=273" medium="image">
			<media:title type="html">may-day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cloud Computing, Teknologi Komputasi Masa Depan</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/cloud-computing-teknologi-masa-depan/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/cloud-computing-teknologi-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 04:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi ini juga mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa dalam melakukan kegiatan sehari-hari  yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Baik berupa interaksi sosial, marketing, dan kegiatan yang dapat menarik minat pengguna lainya. oleh karena itu, pengguna internet meningkat cepat dan merambah kesemua kalangan. Pengembangan teknologi computasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=113&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/cloudcomputing.jpg"><img class="size-medium wp-image-115 alignleft" title="Cloud Computing" src="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/cloudcomputing.jpg?w=270&#038;h=270" alt="" width="270" height="270" /></a>Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi ini juga mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa dalam melakukan kegiatan sehari-hari  yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Baik berupa interaksi sosial, marketing, dan kegiatan yang dapat menarik minat pengguna lainya. oleh karena itu, pengguna internet meningkat cepat dan merambah kesemua kalangan. Pengembangan teknologi computasi berbasis internet sekarang ini lebih diarahkan kepada proses pengaplikasian sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu atau tenaga. Permasalahan diperoleh dalam pengolahan system jaringan. Apabila ada suatu perubahan pada program aplikasi internet pada server dalam jaringan lokal, datanya harus diinstal ulang atau disesuaikan kembali. termasuk pada pemakaian komputer biasa, diperlukan sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan program aplikasi. Kalau pemakai memilih sistem operasi MS Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis Windows. Demikian juga kalau sistemnya berbasis DOS, Linux, Mac, dan sebagainya. Padahal memilih sistem operasi sendiri sering membuat user pusing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang konsep teknologi informasi Cloud Computing sedang hangat dibicarakan. Istilah Cloud Computing mungkin belum banyak didengar, karena memang masih baru. Namun, perkembangannya sangat luar biasa. Disebut-sebut teknologi Could Computing dapat menghilangkan permasalahan yang dijelaskan diatas. Perusahaan-perusahaan besar di bidang IT pun sekarang mencurahkan perhatiannya ke sana.  Apa sebenarnya cloud computing itu? Komputasi awan merupakan istilah bagi dunia TI yang sistemnya hanya disewa. Maksudnya, dalam menerapkan teknologi ini, pelanggan diharuskan untuk menyewa beberapa komponen kerja di TI, seperti server penyimpanan data hingga data center. Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud service. Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap awan ini. Tentu saja masing-masing mengeluarkan jurusnya sendiri-sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>Definisi Cloud Computing</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan </span><a title="Posts tagged with internet" href="http://teknoinfo.web.id/tag/internet/"><span style="color:#000000;">Internet</span></a><span style="color:#000000;">-based service untuk mensupport business process, Kata-kata &#8220;Cloud&#8221; sendiri merujuk kepada simbol awan yang di dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud). </span><strong><span style="color:#000000;">Cloud computing</span></strong><span style="color:#000000;"> adalah gabungan pemanfaatan </span><a title="Teknologi komputer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknologi_komputer&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">teknologi komputer</span></a><span style="color:#000000;"> (&#8216;</span><a title="Komputasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi"><span style="color:#000000;">komputasi</span></a><span style="color:#000000;">&#8216;) dan pengembangan berbasis </span><a title="Internet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet"><span style="color:#000000;">Internet</span></a><span style="color:#000000;"> (&#8216;awan&#8217;). Cloud /awan merupakan </span><span style="color:#000000;">metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan computer, </span><em><span style="color:#000000;">awan (cloud)</span></em><span style="color:#000000;"> dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya adalah suatu moda komputasi dimana kapabilitas terkait </span><a title="Teknologi informasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi"><span style="color:#000000;">teknologi informasi</span></a><span style="color:#000000;"> disajikan sebagai suatu layanan (</span><a title="Everything as a service (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Everything_as_a_service&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">as a service</span></a><span style="color:#000000;">), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat </span><a title="Internet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet"><span style="color:#000000;">Internet</span></a><span style="color:#000000;"> (&#8220;di dalam awan&#8221;) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut jurnal yang dipublikasikan </span><em><span style="color:#000000;">IEEE, Internet Computing</span></em><span style="color:#000000;">/Cloud Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server di </span><a title="Internet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet"><span style="color:#000000;">internet</span></a><span style="color:#000000;"> dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;Cloud Computing&#8221; secara sederhana adalah &#8220;layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet&#8221;. <span style="color:#000000;">Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup </span><a title="SaaS" href="http://id.wikipedia.org/wiki/SaaS"><span style="color:#000000;">SaaS</span></a><span style="color:#000000;">, </span><a title="Web 2.0" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Web_2.0"><span style="color:#000000;">Web 2.0</span></a><span style="color:#000000;">, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, </span><a title="Google Apps (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Google_Apps&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">Google Apps</span></a><span style="color:#000000;"> menyediakan aplikasi bisnis umum secara sharing yang diakses melalui suatu </span><a title="Penjelajah web" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penjelajah_web"><span style="color:#000000;">penjelajah web</span></a><span style="color:#000000;"> dengan </span><a title="Perangkat lunak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak"><span style="color:#000000;">perangkat lunak</span></a><span style="color:#000000;"> dan data yang tersimpan di </span><a title="Server" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Server"><span style="color:#000000;">server</span></a><span style="color:#000000;">.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah Cloud Computing</strong><strong><br />
</strong><br />
Ide awal dari cloud computing bisa ditarik ke tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa &#8220;suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik, seperti halnya  listrik dan telepon&#8221;.  Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide &#8220;Network Computing&#8221; sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Ide &#8220;Network Computing&#8221; ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses Network Computing ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC. Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an.  Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat.  Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat ‘hosting’ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat &#8220;privat&#8221;, di mana layanan hanya dikastemisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server. Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih  kompleks.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com,  yang mendapatkan sambutan gegap gempita. Dengan misinya yang terkenal yaitu &#8220;The End of Software&#8221;, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian. Selanjutnya jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah &#8220;Cloud Computing&#8221;, namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun di luar negeri perebutan kapling awan ini begitu ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas, bandwith masih terbatas;<br />
2. Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih menjadikan media internet utamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi;<br />
3. Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kriteria Cloud Computing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti sudah sedikit dijelaskan dalam tulisan terdahulu, bahwa tidak semua aplikasi berbasis web dapat dimasukkan ke dalam kategori cloud computing. Ada lima  kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem untuk bisa di masukkan dalam keluarga Cloud Computing, yaitu :</p>
<p>1. Swalayan (On Demand Self Service)</p>
<p>Seorang pelanggan dimungkinkan untuk  secara langsung &#8220;memesan&#8221; sumber daya yang dibutuhkan, seperti processor time dan kapasitas penyimpanan melalui control panel elektronis yang disediakan. Jadi tidak perlu berinteraksi dengan personil customer service jika perlu menambah atau mengurangi sumberdaya komputasi yang diperlukan.</p>
<p>2. Akses Pita Lebar (Broadband Network Access)</p>
<p>Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client ataupun media lain seperti smartphone.</p>
<p>3. Sumberdaya Terkelompok (Resource pooling)</p>
<p>Penyedia layanan cloud, memberikan layanan melalui sumberdaya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi date center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumberdaya komputasi tersebut digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, di mana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan.</p>
<p>Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.</p>
<p>4. Elastis (Rapid elasticity)</p>
<p>Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan ataupun pengurangan kapasitas yang diperlukan. Untuk pelanggan sendiri, dengan kemampuan ini seolah-olah kapasitas yang tersedia tak terbatas besarnya, dan dapat &#8220;dibeli&#8221; kapan saja dengan jumlah berapa saja.</p>
<p>5. Layanan Yang Terukur (Measured Service)<br />
Sumberdaya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumberdaya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumberdaya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.</p>
<p><strong>Karakteristik Cloud Computing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.</li>
<li>Biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.</li>
<li>Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.</li>
<li>Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.</li>
<li>Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Memungkinkan banyak customer dalam 1 platform).</li>
<li>Kemampuan untuk meng-customize service akan menjadi terbatas.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Layanan cloud</strong><strong> </strong>memiliki tiga karakteristik khusus yang membedakannya dari hosting tradisional. Layanan ini dijual berdasarkan permintaan, yang biasanya per menit atau per jam dan bersifat elastis, user boleh memiliki berapapun layanan yang diinginkan sesuai waktu yang diberikan, dan layanan ini dikelolah penuh oleh provider (pelanggan hanya perlu komputer dan akses Internet). Inovasi-inovasi yang signifikan dalam hal virtualisasi dan distributed computing, termasuk juga peningkatan akses ke Internet berkecepatan tinggi dan perbaikan ekonomi, telah meningkatkan ketertarikan orang kepada cloud computing.</p>
<p>Sebuah cloud bisa berlabel privat atau publik. Public Cloud menjual layanan ke siapapun di internet. (Saat ini, Amazon Web Service merupakan provider public cloud terbesar) Private Cloud adalah jaringan proprietary atau data center yang mensuplai layanan-layanan ter-host kepada orang-orang dalam jumlah terbatas. Jika sebuah service provider menggunakan sumber-sumber milik private cloud, maka hasilnya disebut virtual private cloud. Private atau publik, tujuan dari cloud computing adalah menyediakan akses yang mudah, skalabel kepada sumber-sumber komputasi dan layanan TI.</p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Infrastructure as Service</strong>, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage &amp; network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service;</li>
<li><a href="https://s3.amazonaws.com/"></a><strong>Platform-as-a-service</strong>: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investmen.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Software as a Service (SaaS). </strong><strong> </strong><strong><br />
</strong><br />
SaaS ini merupakan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan cara berlangganan via web, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan. Hanya saja dengan konsep SaaS ini, pelanggan tidak memiliki kendali penuh atas aplikasi yang mereka sewa. Hanya fitur-fitur aplikasi yang telah disediakan oleh penyedia saja yang dapat disewa oleh pelanggan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan karena arsitektur aplikasi SaaS yang bersifat multi tenant, memaksa penyedia untuk hanya menyediakan fitur yang bersifat umum, tidak spesifik terhadap kebutuhan pengguna tertentu. Meskipun demikian, kustomisasi tidak serta-merta diharamkan, meskipun hanya untuk skala dan fungsi yang terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dengan berkembangnya pasar dan kemajuan teknologi pemrograman, keterbatasan-keterbatasan itu pasti akan berkurang dalam waktu tidak terlalu lama. Untuk contoh layanan SaaS, tentu saja kita harus menyebut layanan CRM online Salesforce.com&#8211;yang dikomandai Marc Benioff dan telah menjadi ikon SaaS ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu Zoho.com, dengan harga yang sangat terjangkau, menyediakan layanan SaaS yang cukup beragam, dari mulai layanan word processor seperti Google Docs, project management, hingga invoicing online. Layanan akunting online pun tersedia, seperti yang diberikan oleh Xero.com dan masih banyak lagi. IBM dengan Lotuslive.com nya dapat dijadikan contoh untuk layanan SaaS di area kolaborasi/unified communication.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya untuk pasar dalam negeri sendiri, seperti sudah saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, masih sangat sedikit yang mau berinvestasi untuk menyediakan layanan SaaS ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Platform as a Service (PaaS)</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti namanya, PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. Seperti juga layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan, processing power dan lain-lain, yang semuanya diatur oleh provider layanan ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Salesforce juga menyediakan layanan PaaS melalui Force.com, menyediakan modul-modul untuk mengembangkan aplikasi diatas platform Salesforce yang menggunakan bahasa Apex.<br />
Dan mungkin yang jarang sekali kita ketahui, bahwa Facebook juga bisa dianggap menyediakan layanan PaaS, yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi diatasnya. Salah satu yang berhasil menangguk untung besar dari layanan PaaS Facebook adalah perusahaan bernama Zynga, yang tahun lalu saja berhasil meraup keuntungan bersih lebih dari US$ 100 juta, lebih besar dari keuntungan yang didapat oleh Facebook sendiri. Anda mungkin akan sedikit terkejut kalau saya beritahu bahwa Zynga ini bisa untung besar dari aplikasi yang sama sekali tidak serius, tapi mengandung zat adiktif luar biasa yaitu: Farmville, yang hingga kini telah berhasil menjadikan 80 juta lebih penduduk Facebook menjadi petani yang rajin mencangkul, menanam dan panen serta memerah susu sapi demi keuntungan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Infrastructure as a Service (IaaS). </strong><strong> </strong><strong><br />
</strong><br />
IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan yang &#8220;menyewakan&#8221; sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan mereka atas sumberdaya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan mendasar dengan layanan data center saat ini adalah IaaS memungkinkan pelanggan melakukan penambahan/pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis. Salah satu pionir dalam penyediaan IaaS ini adalah Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Computing Cloud).</p>
<p style="text-align:justify;">Layanan Amazon EC2 ini menyediakan berbagai pilihan persewaan mulai CPU, media penyimpanan, dilengkapi dengan sistem operasi dan juga platform pengembangan aplikasi yang bisa disewa dengan perhitungan jam-jaman. Untuk di dalam negeri sendiri, rencananya ada beberapa provider yang akan menyediakan layanan sejenis mulai pertengahan tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tipe Penerapan Layanan Cloud Computing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tipe-tipe penerapan<em>(deployment)</em><em> </em>dari layanan Cloud Computing, yang terbagi menjadi empat jenis penerapan, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Private cloud</strong><strong><br />
</strong><br />
Di mana sebuah infrastruktur layanan cloud, dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi tertentu. Infrastruktur cloud itu bisa saja dikelola oleh si organisasi itu atau oleh pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Biasanya organisasi dengan skala besar saja yang mampu memiliki/mengelola private cloud ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Community cloud</strong><strong><br />
</strong><br />
Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, community cloud ini merupakan &#8220;pengembangan terbatas&#8221; dari private cloud. Dan sama juga dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa di-manage oleh salah satu dari organisasi itu, ataupun juga oleh pihak ketiga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Public cloud</strong><strong><br />
</strong><br />
Sesederhana namanya, jenis cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya. Layanan-layanan yang sudah saya sebutkan sebelumnya dapat dijadikan contoh dari public cloud ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Hybrid cloud</strong><strong> </strong><strong><br />
</strong><br />
Untuk jenis ini, infrastruktur cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private, community, atau public). Di mana meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu. Misalnya, mekanisme load balancing yang antarcloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada level yang optimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian sedikit penjelasan dari model-model cloud yang disarikan dari NIST. Namun seperti diakui oleh lembaga ini, definisi dan batasan dari Cloud Computing sendiri masih mencari bentuk dan standarnya. Di mana nanti pasarlah yang akan menentukan model mana yang akan bertahan dan model mana yang akan mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun semua sepakat bahwa cloud computing akan menjadi masa depan dari dunia komputasi. Bahkan lembaga riset bergengsi Gartner Group juga telah menyatakan bahwa Cloud Computing adalah wacana yang tidak boleh dilewatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di dunia TI, mulai saat ini dan dalam beberapa waktu mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Resiko Cloud Computing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud anda sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang anda bayar dan apa yang anda investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan anda menggunakan service ini. Anda harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Service level</strong> &#8211; Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.</li>
<li><strong>Privacy </strong>- Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.</li>
<li><strong>Compliance </strong>- Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.</li>
<li><strong>Data ownership</strong> &#8211; Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada <a title="Posts tagged with facebook" href="http://teknoinfo.web.id/tag/facebook/">Facebook</a> yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.</li>
<li><strong>Data Mobility</strong> &#8211; Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengimplementasi teknologi cloud untuk data mereka dan menyimpan nya sebagai fasilitas mereka sendiri untuk memastikan kebijakan perusahaan tersimpan dengan baik tentunya akan lebih baik, sehingga memastikan proses komputerasisasi pada cloud sebagai sistem proses yang dibutuhkan akan lebih independen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Langkah awal </strong>yang harus anda lakukan adalah mempelajari sistem kontrak dari cloud service. pastikan setiap process menjadi simple, dapat berulang ulang dan menjadi nilai tambah untuk bisnis anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua,</strong> anda harus mengidentifikasi service apa yang dapat anda manfaatkan di dalam cloud dan mana yang seharusnya bersifat internal. Hal ini sangat penting untuk anda ketahui mengenai system dan service core yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis anda. dan sebaiknya anda mengkategorikan beberapa elemen bisnis anda berdasarkan resiko dari penggunaan cloud service.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Langkah terakhir</strong>, anda harus melakukan strategi sourcing untuk mendapatkan biaya yang sangat murah, namun memiliki scalability dan flexibility untuk kebutuhan bisnis anda. Hal ini termasuk pertimbangan akan proteksi data ownership dan mobility, compliance dan beberapa element seperti halnya kontrak IT tradisional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan">http://id.wikipedia.org/wiki/Komumputasi_awan</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/">http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://uswahtech.uswah.net/berita-196-mengenal-teknologi-cloud-computing.html">http://uswahtech.uswah.net/berita-196-mengenal-teknologi-cloud-computing.html</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2009/08/25/brk,20090825-194235,id.html">http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2009/08/25/brk,20090825-194235,id.html</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.detikinet.com/read/2010/02/24/084138/1305595/328/lebih-jauh-mengenal-komputasi-awan">http://www.detikinet.com/read/2010/02/24/084138/1305595/328/lebih-jauh-mengenal-komputasi-awan</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.detikinet.com/read/2010/03/03/091126/1309948/328/lebih-jauh-mengenal-komputasi-awan--2-">http://www.detikinet.com/read/2010/03/03/091126/1309948/328/lebih-jauh-mengenal-komputasi-awan&#8211;2-</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=113&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/cloud-computing-teknologi-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijasena.files.wordpress.com/2010/05/cloudcomputing.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Cloud Computing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesi Teknologi Informasi</title>
		<link>http://wijasena.wordpress.com/2010/04/29/profesi-ti/</link>
		<comments>http://wijasena.wordpress.com/2010/04/29/profesi-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 00:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijasena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijasena.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus atau pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yangmengandalkan suatu keahlian. Sedangkan pekerjaan sendiri dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi danlisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi Bidang Hukum profesi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=155&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus atau pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yangmengandalkan suatu keahlian. Sedangkan pekerjaan sendiri dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi danlisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.<strong></strong></p>
<p>Contoh profesi</p>
<ol>
<li>Bidang      Hukum profesi Polisi, Jaksa, Hakim, Pengacara;</li>
<li>Bidang      Kedokteran</li>
<li>Bidang      Kemiliteran</li>
<li>Bidang      Teknik, profesi  teknologi telekomunikasi, teknologi Informasi</li>
</ol>
<p>Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional yakni  adalah orang yang mempunyai profesi ataupekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu denganmengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorangprofesional adalah seseorang yang hidup denganmempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibatdalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementaraorang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi,untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.</p>
<p><strong>Ciri &#8211; ciri Profesi:</strong></p>
<ul>
<li>Mengandalkan      suatu keterampilan atau keahlian khusus. Adanya pengetahuan khusus,      yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat      pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun</li>
<li>Dilaksanakan      sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).</li>
<li>Dilaksanakan      sebagai sumber utama nafkah hidup.</li>
<li>Dilaksanakan      dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.</li>
<li>Adanya      kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap      pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.</li>
<li>Mengabdi      pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus      meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.</li>
<li>Izin      khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan      selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai      kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan      sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih      dahulu ada izin khusus.</li>
<li>Kaum      profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.</li>
</ul>
<p>Syarat &#8211; syarat suatu pekerjaan merupakan sebuah profesi :</p>
<ul>
<li>Melibatkan      kegiatan intelektual.</li>
<li>Menggeluti      suatu batang tubuh ilmu yang khusus.</li>
<li>Memerlukan      persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.</li>
<li>Memerlukan      latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.</li>
<li>Menjanjikan      karir hidup dan keanggotaan yang permanen.</li>
<li>Mementingkan      layanan di atas keuntungan pribadi.</li>
<li>Mempunyai      organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.</li>
<li>Menentukan      standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.</li>
</ul>
<p><strong>Karakteristik Profesi</strong></p>
<p>Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:</p>
<ol>
<li><strong>Keterampilan yang berdasar pada      pengetahuan teoretis</strong>:      Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan      memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan      bisa diterapkan dalam praktek.</li>
<li><strong>Asosiasi profesional</strong>: Profesi      biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang      dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi      profesitersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi      anggotanya.</li>
<li><strong>Pendidikan yang ekstensif</strong>: Profesi      yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam      jenjang pendidikan tinggi.</li>
<li><strong>Ujian kompetensi</strong>: Sebelum      memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari      suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.</li>
<li><strong>Pelatihan institutional</strong>: Selain ujian,      juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana      calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota      penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan      profesional juga dipersyaratkan.</li>
<li><strong>Lisensi</strong>: Profesi menetapkan syarat      pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki      lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.</li>
<li><strong>Otonomi kerja</strong>:      Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka      agar terhindar adanya intervensi dari luar.</li>
<li><strong>Kode etik</strong>: Organisasi      profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur      pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.</li>
<li><strong>Mengatur diri</strong>: Organisasi      profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah.      Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati,      atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.</li>
<li><strong>Layanan publik dan altruisme</strong>:      Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama      berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi      terhadap kesehatan masyarakat.</li>
<li><strong>Status dan imbalan yang tinggi</strong>: Profesi      yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan      yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai      pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat</li>
</ol>
<p><strong>Profesi Teknologi Informasi</strong></p>
<p>TI adalah Rekayasa ilmu dalam pengolahan data menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, Sementara Profesi TI adalah orang yang melakukan kegiatan-kegiatan TI tersebut,Berikut merupakan jenis-jenis profesi Teknologi Informasi :<br />
1. Database Administrator<br />
• Mengelola basis data pada suatu organisasi<br />
o Kebijakan tentang data<br />
o Ketersediaan dan integritas data<br />
o Standar kualitas data<br />
• Ruang lingkup meliputi seluruh organisasi/ perusahaan<br />
2. Grafik Designer<br />
• Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi<br />
• Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web<br />
3. Konsultan IT<br />
• Menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI<br />
• Memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi<br />
• Penguasaan masalah menjadi sangat penting<br />
4. Network Specialist<br />
• Kemampuan :<br />
o Merancang dan mengimplementasikan jaringan komputer<br />
o Mengelola jaringan komputer<br />
• Tugas :<br />
o Mengontrol kegiatan pengolahan data jaringan<br />
o Memastikan apakah sistem jaringan komputer berjalan dengan semestinya<br />
o Memastikan bahwa tingkat keamanan data sudah memenuhi syarat<br />
5. Operator<br />
• Menangani operasi sistem komputer<br />
• Tugas-tugas, antara lain :<strong> </strong><strong><br />
</strong>o Menghidupkan dan mematikan mesin<br />
o Melakukan pemeliharaan sistem komputer<br />
o Memasukkan data<br />
• Tugas biasanya bersifat reguler dan baku<br />
6. Peneliti<br />
• Menemukan hal – hal baru di bidang TI<br />
• Teori, konsep, atau aplikasi<br />
7. Project Manager<br />
• Mengelola proyek pengembangan software<br />
• Tugas: meyakinkan agar pengembangan software<br />
o Dapat berjalan dengan lancar<br />
o Menghasilkan produk seperti yang diharapkan<br />
o Menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan<br />
8. Programer<br />
• Kemampuan :<br />
o Membuat program berdasarkan permintaan<br />
o Menguji dan memperbaiki program<br />
o Mengubah program agar sesuai dengan sistem<br />
• Penguasaan bahasa pemrograman sangat ditekankan<br />
9. Sistem Analis and Designer<br />
• Melakukan analisis terhadap sebuah sistem &amp; mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan problem yang ada<br />
• Membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat<br />
• Keahlian yang diperlukan :<br />
o Memahami permasalahan secara cepat dan akurat<br />
o Berkomunikasi dengan pihak lain<br />
10. Teknisi Komputer<br />
• Memiliki kemampuan yang spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software<br />
• Mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik<br />
11. Trainer :<br />
Melatih ketrampilan dalam bekerja dengan komputer</p>
<p>Seperti bidang yang lainnya, Teknologi Informasi juga memiliki banyak jenis profesi. Dan diambil dari 2 komponen penunjang Teknologi diatas juga dapat menciptakan sebuah bisnis atau lapangan pekerjaan yang dapat dijadikan sebuah profesi di bidang Teknologi Informasi. Berikut ini beberapa jenis profesi di bidang teknologi Informasi, antara lain :<br />
Profesi yang lebih khusus untuk bidang tekhnik pemrograman perangkat lunak diantaranya adalah :<br />
• Application engineer :<br />
• Game programmer<br />
• Computer programmer<br />
• O/S designer/engineer<br />
• S/W application architect<br />
Profesi yang lebih khusus untuk bidang media interaktif diantaranya adalah :<br />
• Web designer<br />
• Web master<br />
• 3D animator<br />
• Virtual reality specialist<br />
• Multimedia producer<br />
• Graphic artist<br />
Profesi yang lebih khusus untuk bidang sistem jaringan diantaranya adalah :<br />
• Network administrator<br />
• Network technician<br />
• PC support specialist<br />
• Telecom network specialist<br />
• Data communication specialist<br />
• Security administrator<br />
Profesi yang lebih khusus untuk bidang layanan dan dukungan informasi diantaranya adalah :<br />
• Technical support engineer<br />
• Technical writer<br />
• Instructional designer<br />
• Application integrator<br />
• Database administrator<br />
• Enterprise system engineer<br />
• Help desk specialist</p>
<p>Kemajuan dan kebutuhan teknologi informasi ini membutuhkan banyak tenaga profesional dalam pengembangan dan pelayanannya. Tenaga profesional ini tergabung dalam sebuah profesi, yaitu profesi TI atau para profesional yang bekerja dalam bidang teknologi informasi yaitu :.<br />
<em>1. Programming Software Engineering</em><em> </em><br />
Bidang ini mengkhususkan diri ke dalam pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:<br />
1. Application Engineer<br />
2. Game Programmer<br />
3. Computer Programmer<br />
4. OS Designer/Engineer<br />
5. Software Application Architect</p>
<p><em>2. Network System</em><br />
Jenis pekerjaan ini menspesialisasikan diri kepada pembuatan dan pemeliharaan jaringan. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:<br />
1. Network Administrator<br />
2. Network Technician<br />
3. PC Support Spesialis<br />
4. Telecommunication Network Specialist<br />
5. Data Communication Analist<br />
6. Security Administrator</p>
<p><em>3. Information Support and Service</em><br />
Para profesional di bidang ini menyediakan layanan dan bantuan informasi.Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:<br />
1. Technical Support Engineer<br />
2. Technical Writer<br />
3. Instructional Designer<br />
4. Application Integrator<br />
5. Database Administrator<br />
6. Enterprise System Engineer<br />
7. Help Desk Specialist<br />
8. Database Development and Administration<br />
9. Enterprise System Analysis and Integration<br />
10. Technical Support<br />
11. Technical Writing</p>
<p><em>4. Interactive Media</em><br />
Sesuai dengan namanya, jenis profesi ini lebih berhubungan dengan media interaktif. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:<br />
1. Web Designer<br />
2. Web Master<br />
3. 3D Animator<br />
4. Virtual Reality Specialist<br />
5. Multimedia Producer<br />
6. Graphic Art<br />
7. Digital Media<br />
8. Web Development and Administrator</p>
<p>Dalam dunia Teknologi Informasi terdapat bermacam-macam profesi :</p>
<ol>
<li>Programming      Sofware Engineering</li>
<li>Interactive      Media</li>
<li>Network      System</li>
<li>Informaation      Support and Service</li>
</ol>
<p>Sumber :</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi">http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi</a></p>
<p><a href="http://iwayan.info/Lecture/EtikaProfesi_S1/02a_ProfesiUmum.pdf">http://iwayan.info/Lecture/EtikaProfesi_S1/02a_ProfesiUmum.pdf</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wijasena.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wijasena.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijasena.wordpress.com&amp;blog=10151929&amp;post=155&amp;subd=wijasena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wijasena.wordpress.com/2010/04/29/profesi-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe32a3fd422dce9c054eac743e7d7f37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wijasena</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
