jump to navigation

Telematika Polri September 29, 2009

Posted by wijasena in Kuliah.
trackback

Telematika berasal dari gabungan dua kata yaitu Telekomunikasi dan Informatika (Telematic and Informatics), istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital yang merupakan perpaduan konsep komunikasi dengan komputer. Di Indonesia sendiri Telematika seringkali identik dengan dunia internet. Ternyata kata telematika mengadopsi bahasa Perancis “Telematique” yang dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Kita bahkan sering dibingungkan dengan penggunaan antara kata Telematika, Information Technology (IT) dan Information Communication Technology (ICT) pada dasarnya ketiga istilah ini mengacu pada ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

Telematika dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia sudah lama diterapkan, mengingat Polri merupakan instansi pertama di Indonesia yang menggunakan komputer pada tahun 1950. Sesuai Kep/53/x/2002 dibentuklah Divisi Telematika Polri yang merupakan unsur pelaksana staff khusus yang mengemban fungsi telematika di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Untuk menjalankan fungsi dan tugasnya Divisi Telematika Polri membawahi tiga (3) pusat (center) :

  1. Pusat Komunikasi dan Elektronika (Puskomlek Polri)
  2. Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas Polri)
  3. Pusat Informasi dan pengolahan Data (Pusinfolahta Polri)

Tiga pusat dalam Divisi Telematika Polri mempunyai tugas dan fungsi masing masing yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Puskomlek untuk fungsi phisical, mengatur media transmisi, alat komunikasi (Alkomlek) di tingkat mabes Polri maupun di Kewilayahan. Pusiknas Polri sebagai pusat informasi kriminal Indonesia sedangkan Pusinfolahta sebagai pusat untuk pengolahan data-data Kepolisian, mengelola semua aplikasi yang digunakan oleh Polri.

Masyarakat luas masih menganggap Divisi Telematika Polri berkaitan dengan cyber crime padahal sudah ada unit di Badan Reserse dan Kriminal yang khusus menangani jenis kejahatan ini yaitu unit V IT dan cyber crime. Serta sosok yang sangat terkenal di media sebagai pakar Telematika Roy Suryo dengan ” Metadata”-nya sebagai icon telematika Indonesia mempunyai hubungan dengan Divisi Telematika Polri.

Saat ini Polri dituntut untuk menyesuaikan perkembangan Teknologi yang semakin pesat, diharapkan pelayanan terhadap masyarakat semakin cepat sesuai Program reformasi birokrasi Polri yaitu Quick respon. Polri memandang Telematika sangat bermanfaat dan sangat membantu untuk mempercepat penyampaian informasi serta memperkecil ruang yang digunakan untuk penyimpanan data dan dalam pengarsipan sehingga kedepan akan terwujud e-police yang terintegrasi dalam jajaran Polri.

Beberapa gebrakan yang dilakukan oleh Divisi Telematika Polri diantaranya layanan pengaduan SMS 112 yang bekerjasama dengan seluruh operator selular, SIM STNK BPKB (SSB)- online bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polri dan Bank Rakyat Indonesia. Saat ini masyarakat dapat dengan mudah mengurus SIM, STNK dan BPKP tanpa harus mengantri di Kantor Samsat. Terwujudnya birokrasi Polri yang tranparan dalam Pelayanan terhadap masyarakat akan cepat tercapai.

Dalam pembaharuan proses bisnis (hubungan tata kerja) di Kepolisian, Electronic Government khususnya Electronic Police (e-Police) kini sudah menjadi terminologi yang sering dipakai untuk mendorong terjadinya transformasi paradigma dalam aspek pelayanan publik. Sebab kecangihan ICT dapat dipakai meningkatkan akuntabilitas, transparansi, akurasi, kecepatan proses layanan, dan produktivitas yang dilaksanakan birokrasi Polri. Artinya, prinsip-prinsip Good Governance (Pemerintahan yang bersih) seperti participation, rule of law, transparency, responsiveness, consensus orientation, equity, effectiveness and efficiency, accountability, strategic vision yang sering di-wacana-kan pasca reformasi ini bisa diwujudkan melalui penggunaan teknologi ICT.

Hanya saja, di balik derasnya arus digitalisasi tersebut fenomena tingginya tingkat penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang di Jajaran Kepolisian ternyata tetap saja tak pernah luput dari sorotan publik. Birokrasi yang berbelit-belit, kurang transparan, suap, dan pungutan liar terus-menerus disorot sebagai penyakit yang dapat menghambat trust building masyarakat terhadap Polri. Penggunaan ICT bisa mendorong terwujudnya prinsip-prinsip Good Governance, terutama dalam hal transparency, responsiveness, effectiveness and efficiency, accountability.  Telematics for Bureaucracy Reform and Good Governance ….

sumber :

http://www.biskom.web.id/2009/02/02/dengan-ti-polri-janjikan-pelayanan-cepat.bwi

http://www.biskom.web.id/2009/09/18/kabareskrim-mabes-polri-komjen-pol-drs-susno-duadji-tingkatkan-profesionalisme-dengan-ti.bwi

Comments»

1. abenk - October 28, 2010

nice info ..salam kenal….
check it out.. klik ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: