jump to navigation

Video Conference sebagai sarana Komando November 6, 2009

Posted by wijasena in Teknologi Informasi.
trackback

Video Conference adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan. Video conference pada dasarnya memungkinkan sekelompok individu di mana pun di seluruh dunia yang mempunyai akses internet untuk dapat mengadakan pertemuan secara simultan bersama-sama tanpa harus secara fisik bertemu satu sama lain dalam lokasi tertentu. Ini adalah metode menggabungkan video dan audio secara simultan sehingga berarti diskusi atau pertemuan dapat berlangsung secara real-time melalui internet.

Saat ini fasilitas video conference menjadi fasilitas yang populer dikalangan pemerintahan. Trend ini makin populer saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan video conference dengan para Gubernur, Kapolda dan Pangdam menggunakan jaringan Vicon milik Polri. Polri melalui divisi Telematikanya juga memiliki fasilitas video conference yang menghubungkan Mabes Polri sebagai Komando tertinggi sampai jajaran Polda- Polda di seluruh Indonesia yang berjumlah 31 Polda. Video conference digunakan oleh pimpinan untuk memberikan pengarahan yang menyangkut kebijakan internal maupun mendukung kebijakan pemerintah, merupakan sarana K3I yaitu Komando, Kendali, Koordinasi dan Informasi bagi Polri yang sangat efektif. Polri sendiri mempunyai pusat kendali untuk video conference untuk keperluan video conference serta monitoring.

Layanan Video Conferences (Vicon) merupakan layanan khusus untuk komunikasi antar beberapa node lokasi secara multipoint berbasis video dan audio. Perangkat Video Conference Server ditempatkan di NOC (Network Operatiorn Center) sebagai pengendali layanan ini secara terpsusat.
Kapasitas Video Conference Server yang disediakan dapat memproses 80 jalur secara bersamaan yang terbagi maksimal dalam 20 room. Sedangkan maksimal jumla koneksi dalam 1 room sebanyak 16 jalur pengguna. Disediakan 3 room Vicon yang bersifat publik, sehingga para pengguna di seluruh node lokasi (Polda) dapat masuk ke salah satu room publik tersebut untuk melakukan Vicon sewaktu-waktu dan tersedia selama 24 jam penuh.

Dalam rangka untuk mencapai transmisi video dan audio bagian-bagian dari pertemuan, video conference software yang digunakan harus mengambil input dari mikrofon dan kamera, mengubahnya menjadi sinyal digital yang dikodekan dan kemudian diteruskan di internet di mana mereka diterima dan diterjemahkan kembali ke dalam gambar dan suara di tempat yang berbeda.

Teknologi Video Conference

Teknologi inti yang digunakan dalam konferensi video adalah sistem kompresi digital audio dan video stream secara nyata. Perangkat keras atau perangkat lunak yang melakukan kompresi disebut  dengan codec. Angka kompresi dapat dicapai hingga 1:500. Digital yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi paket label, yang kemudian dikirimkan melalui jaringan digital biasanya menggunakan Integrated Servive Digital Network (ISDN) dan dengan Internet Protocol (IP). Penggunaan modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam beberapa aplikasi kecepatan rendah, seperti videotelephony, karena POTS mengubah getaran digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.

Jaringan video conference Polri di dukung oleh jaringan VPN-IP PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang merupakan pemain utama bisnis telekomunikasi di Indonesia, Hampir semua Polda- polda di seluruh Indonesia tergelar jaringan VPN-IP, sedangkan untuk Polda- polda yang belum tercover layanan VPN-IP PT Telkom masih menggunakan jaringan Satelit/VSAT (Very Small Apeture Terminal).

Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem video conference meliputi:
1. Video input: kamera video atau webcam
2. Video output: monitor komputer, televisi atau proyektor
3. Audio input: mikrofon
4. Audio output: biasanya pengeras suara yang berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
5. Data transfer: jaringan telepon analog atau digital, LAN atau Internet

  1. Pada dasarnya ada dua jenis sistem konferensi video:
    Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video:
    – Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.
    – Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
    – Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam konsol.
  2. Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323. Konferensi video dilakukan melalui komputer yang tersebar, yang juga dikenal sebagai e-meeting.

Multipoint Control Unit

Konferensi video bersama antara tiga tempat jauh atau lebih dimungkinkan melalui Multipoint Control Unit atau MCU. MCU merupakan jembatan yang menghubungkan panggilan dari beberapa sumber dalam cara yang mirip dengan panggilan audio konferensi. Semua pihak memanggil unit MCU, atau unit MCU juga dapat menghubungi pihak-pihak yang akan berpartisipasi, secara berurutan.

Ada jembatan MCU untuk IP dan ISDN berbasis video conference. Ada MCU yang murni perangkat lunak, dan yang lain merupakan kombinasi dari perangkat keras dan perangkat lunak. Sebuah MCU dikarakterisasi berdasarkan jumlah panggilan simultan yang dapat ditangani, kemampuan MCU untuk melakukan perubahan protokol dan tarif data serta fitur-fitur lain. MCU dapat berdiri sendiri sebagai perangkat keras atau dapat dimasukkan ke dalam unit video conference terdedikasi.

Beberapa sistem mampu melakukan konferensi multipoin tanpa MCU. Hal ini menggunakan teknik standar H.323 yang dikenal sebagai decentralized multipoint, dimana setiap stasiun dalam panggilan multipoin bertukar video dan audio secara langsung dengan stasiun lain tanpa pusat pengaturan. Keuntungan dari teknik tanpa MCU adalah video dan audio secara umum memiliki kualitas yang lebih tinggi karena tidak harus disampaikan melalui titik pusat. Selain itu, pengguna dapat membuat panggilan multipoin ad-hoc tanpa memerdulikan ketersediaan atau kontrol dari MCU.

Pemilihan perangkat videoconference harus mencakup faktor komitmen platform pada masing-masing perangkat yang digunakan agar dapat saling berinteraksi dengan semua fitur yang dimiliki oleh masing-masing perangkat. Hal yang lebih penting lagi yaitu bila di hari mendatang akan ada perangkat dengan teknologi terkini akan dapat berinteraksi dengan perangkat lama dengan upgrade teknologi tersebut, karena perangkat videoconference harus memiliki kemampuan untuk update teknologi sehingga masih satu platform dalam standard. Ini berarti pengguna akan mempunyai Total Customer Ownership (TCO) untuk jangka panjang karena perangkat yang dimiliki tidak akan “ketinggalan jaman”.

Beberapa Aspek Video Conference yang Ideal :

Simplicity & User Friendly
Perangkat dan system videoconference sebaiknya mudah & simpel dalam hal pengoperasian (user friendly), pemeliharaan dan pengembangan berikutnya.

Keamanan & Enkripsi
Pengguna videoconference, terutama top manajemen –VVIP” menuntut jaminan keamanan “SecureConference” selama berlangsungnya acara. Security & enkripsi AES – “Advanced Encryption Standard” – 128 bit key dan DES – 56 bit key merupakan suatu jawaban tuntutan keamanan di Video Conference, bahwa informasi tidak disadap oleh pihak tak berwenang.

Quality
H.264 adalah standart kompresi video terbaru yang mengacu ke MPEG-4 , sehingga dihasilkan kualitas gambar lebih bagus dibandingkan dengan standard video lama (H.263 ).

Value
Investasi yang dikeluarkan harus diimbangi dengan hasil yang didapat, sehingga terjadi efisiensi, efektivitas, dan pengembangan sumber daya perusahaan, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja perusahaan. (Improve customer business, effectiveness and efficiency, rapid ROI, full TCO)

High Availibility
Sarana konferensi yg di adakan harus mampu menyediakan pelayanan sewaktu waktu/ any time bagi pengguna.

Performance
Sarana konferensi yang akan diadakan harus mengikuti standard internasional yg berlaku sehingga mampu menyalurkan informasi citra bergerak secara real time.

Scalability
Insfrastruktur sarana konferensi video yg akan di adakan harus sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan spesifik untuk user tentang lokasi dan jumlah pengguna.

Easy to manage
Perangkat konferensi video yang akan diadakan harus mudah untuk di monitor dan di kelola.

System yang di tawarkan harus merupakan system yang flexible dari segi upgrading, dimana jika dikemudian hari di butuhkan pengembangan system ke versi yg terbaru tidak dilakukan penggantian system yg lama secara global, tetapi hanya di lakukan loading Firmware baru untuk fungsi fungsi baru, dan juga senantiasa memberikan jaminan spre part dan support dari pabrikan.

Product yang dipropose harus mendapatkan jaminan dari principal selama minimal 1 tahun, meliputi sparepart dan tidak ada perubahan merk perangkat serta kesediaan suku cadang.

Semua perangkat konferensi video harus mengikuti standard ITU ( Internasional Telecommunication Union ) untuk beberapa tehnology yang mendukung didalamnya seperti : techology video/ audio standard, bandwidth standard ,encryption standard streaming standard, wireless standard dan standard standard yang lainya. Dengan standard tersebut maka konferensi video manapun dapat saling berinteraksi (interoperability) dengan fungsi fungsi standard.

Perangkat Video conference harus mampu berpindah jaringan secara ”On-the-Flay” dan tidak perlu memerlukan rebooting.

Berapa keuntungan yang didapat dari komunikasi Video Conference bagi Polri antara lain:

1. Meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan aliran informasi baik informasi dari pimpinan dalam hal ini penyampaian arahan kebijakan untuk di sampaikan ke jajaran Polda maupun informasi/laporan tentang kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah sehingga pimpinan (Kapolri) dapat menilai kemajuan masing masing Polda.
2. Meningkatkan kontak antara Kapolda sebagai unsur pelaksana dengan Kapolri sebagi pembuat kebijakan
3. Membuat keputusan lebih cepat sehingga semua program yang telah dibuat dapat segera terealisasi.
4. Memperpendek waktu, hal ini berkaitan dengan pelayanan terhadap pimpinan. Pimpinan dapat sewaktu-waktu memberikan pengarahan dalam kondisi tertentu.
5. Alokasi sumber daya supaya lebih optimal. Berkaitan dengan teknisi yang mengawaki
6. Meningkatkan kualitas personal dan perusahaan
7. Effisiensi Kerja
8. Save Money pengurangan biaya perjalanan, jelas dalam hal ini sangat mengurangi anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk transportasi dan akomodasi jika rapat setiap Kapolda harus meng

Dalam hal meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi, Video Conference mempunyai kelebihannya antara lain :

– Komunikasi menjadi lebih baik
– Informasi lebih dimengerti dan saling berbagi
– Aliran informasi lebih baik
– Bahasa tubuh, ekspresi wajah, sikap dan nada suara dapat mengungkapkan segalanya
– Dalam hubungan dengan videoconference, perangkat kolaborasi lainnya dapat digunakan secara simultan

– Berbagi presentasi, dokumen dan aplikasi yang berkaitan dengan agenda meeting atau pertemuan.

sumber :

http://dafidekaputra.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_video

Comments»

1. 14 - June 10, 2010

AES 128 bit sama DES 56 bit udah gak ideal karena udah dapt di attack
penggunaan kunci yang lebih panjang maka akan menambah periodenya sehingga lebih sulit untuk di attack. contoh aes 256 bit

2. ox1d4 - July 12, 2010

“jumlah koneksi dalam 1 room sebanyak 16 jalur pengguna”

ini MCU yang lama Ri, sekarang udah bisa sampe maksimal 40 jalur dalam 1 room

3. imam - January 17, 2012

TRIMS INFONYA…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: