jump to navigation

Jenderal Soedirman seorang Pejuang Pembelajar March 1, 2010

Posted by wijasena in Military.
trackback

Semenjak kecil diriku mengidolakan Jenderal Besar Soedirman, itulah yang membuat diriku tergila-gila dan mempunyai cita – cita menjadi seorang pejuang tepatnya mungkin sebagai pahlawan, jika disuruh guru SD ku untuk menulis cita – cita di lembar identitas diri, pasti dengan mantab akan kutuliskan Tentara. Seakan sudah mendarah daging sampai sekarang walau impian masa kecilku sekarang sudah semakin jauh tinggal sebuah cerita masa lampau. Aku ingin mengikuti jejak abangku yang telah lebih dulu masuk Akmil, tapi saat SMP badanku tak jua bertambah tinggi padahal segala macam olahraga mulai dari pull-up sampai renang rutin aku lakukan nyatanya badanku waktu itu tetap tak mau naik.

Sampai sekarang sosok Jenderal itu tetap aku kagumi, perjalanan hidupnya seolah memberikan inspirasi bagi diriku. Seorang pejuang religius yang senantiasa menegakkan syiar Islam membawa panji-panji dakwah. Selain itu beliau adalah seorang pembelajar dan lebih tepatnya seorang yang pejuang yang pembelajar. Sebelum bergabung dengan tentara beliau adalah guru HIS  muhammadiyah dan saat sekolah aktif dalam kegiatan pramuka Hisbul Wathan di Surakarta. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Jika kita telusuri jejak kehidupan beliau memang sangat menarik, perjalanan karir militer beliau adalah catatan tinta emas sejarah bangsa Indonesia. Dalam usia yang relatif muda saat umu 31 tahun beliau adalah Jenderal pertama dan termuda. Beliau terkenal dekat dengan Presiden Soekarno.

Ahli strategi perang gerilya di masa penjajahan Belanda yang kemudian diadopsi oleh jendral Besar AH Nasution dengan taktik perang rakyat Semesta yang merupakan perang gerilya yang melibatkan seluruh potensi dan dukungan penuh dari rakyat. Karena taktik perang inilah beliau harus berpindah-pindah tempat untuk menhindari serangan frontal dengan musuh, walaupun dalam keadaan sakit parah beliau sanggup memimpin pasukan dari atas tandu.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: