jump to navigation

May Day oh… My Day May 1, 2010

Posted by wijasena in Uncategorized.
trackback

Setiap tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai hari Buruh Internasional sebagai hari perlawanan seluh buruh di dunia, Pada momen ini selalu digunakan oleh asosiasi, serikat buruh, LSM maupun Mahasiswa untuk melakukan kegiatan unjuk rasa/ demonstrasi. Mereka menyuarakan aspirasi buruh dan menuntut hak-hak mereka agar didengar dan dipenuhi pemerintah. Nasib buruh dirasa tidak menentu dengan keadaan ekonomi saat ini, adanya sistem kerja kontrak yang diada saat ini dinilai sangat merugikan buruh dan sangat menguntungkan/pro pengusaha. Unjuk rasapun seringkali di pakai oleh kalangan elit politik sehingga muatan unjuk rasa tidak hanya masalah perburuhan tetapi isu-isu politik yang ditonjolkan. Di Indonesia sendiri Hari Buruh diperingati mulai tahun 1920. Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak tragedi G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum”. Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi oleh gerakan komunis.

Jika tidak ada May Day, mungkin buruh tidak akan pernah punya libur dalam tujuh hari kerja. Bisa jadi pula buruh harus menghabiskan 20 dari 24 jam dalam sehari untuk bekerja. Itu semua tinggal cerita setelah mereka memiliki Hari Buruh. Buruh selalu memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Di tanggal serupa, seluruh dunia serempak memperingati May Day. Aksi buruh pun identik dengan unjuk rasa. Di Manila, Filipina, ribuan buruh turun ke jalan. Mereka menuntut keselamatan kerja di tengah kenaikan harga pangan dan bahan bakar. Aksi dan tuntutan serupa terjadi pula di Eropa dan Amerika. Begitu pula buruh di Rusia, Bosnia, Irak, Timur Tengah, dan Hongkong. Ini merupakan lanjutan perjuangan buruh sejak awal abad 19. Kala itu perkembangan industri di Eropa Barat dan Amerika Serikat mengorbankan hak kaum buruh. Dengan bekerja hingga 20 jam sehari buruh diupah minim. Belum lagi perlakuan buruk dari perusahaan kepada para buruh.

Sejarah Hari Buruh

Penetapan tanggal 1 Mei ini, erat kaitannya dengan perjuangan buruh menuntut diberlakukannya 8 jam kerja sehari, serta tragedi Haymarket di Chicago, Amerika Serikat.Pada tanggal 1 Mei 1886 sebanyak 350.000 orang buruh melakukan mogok massal di beberapa tempat di AS. Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja ini menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, kesejahteraan buruh sangat memprihatinkan. Mereka dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari. Aksi ini terus berlanjut. Pada tanggal 3 Mei 1886, pemerintah mengirim sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Hal ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh.

Puncaknya terjadi tanggal 4 Mei, aksi buruh dipusatkan di lapangan Haymart. Aksi yang diikuti puluhan ribu buruh ini awalnya berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh yang masih bertahan. Banyak yang terluka dan tewas.

Meskipun tidak jelas siapa yang meledakan bom, pemerintah melakukan tindakan keras pada para aktivis buruh. Lokasi pertemuan mereka digrebek. Hampir semua tokoh buruh ditangkap. Pengadilan berjalan berat sebelah. 8 Orang pimpinan buruh dijatuhi hukuman gantung. August Spies, Albert Parsons, Adolph Fischer dan George Engel, tewas di tiang gantungan. Sedangkan Louis Lingg bunuh diri saat dalam penjara. Hukuman untuk Michael Schwab, Samuel Fielden dan Oscar Nebe diganti menjadi hukuman penjara seumur hidup. Masyarakat marah atas hasil pengadilan tersebut. Mereka menuduh pengadilan AS korup dan memihak kaum pengusaha. Aksi mendesak pemerintah untuk membebaskan para aktivis buruh yang ditahan terus berlangsung. Akhirnya tahun 1893, 3 orang aktivis buruh tersebut dibebaskan. Tanggal 1 Mei sebagai momentum pergerakan perjuangan buruh pun akhirnya ditetapkan sebagai hari buruh dalam Kongres Internasional Buruh di Paris tahun 1890. 1 Mei pun kemudian populer dengan sebutan may day.

Sumber :

http://www.detiknews.com/read/2010/05/01/055935/1348985/10/sejarah-hari-buruh-1-mei

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/04/30/104407/Inilah-Sejarah-Hari-Buruh/112

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: